Potret: ilustrasi – dok/ist
JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co – Seorang guru sekolah dasar (SD) swasta, Lily Elviza, mengalami kecelakaan di area SPBU Walang pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami patah tulang rusuk serta retak pada beberapa bagian tubuh lainnya.
Peristiwa bermula saat Lily bersama suaminya, Burhanudin, usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Ketika hendak keluar dari area SPBU, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak besi baja di pintu keluar, sehingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
“Tubuh istri saya membentur plat baja hingga mengalami luka serius,” ujar Burhanudin saat memberikan keterangan.
Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Klinik YAKRI untuk mendapatkan penanganan awal. Namun, menurut Burhanudin, saat dirinya meminta pertanggungjawaban kepada pihak manajemen SPBU, respons yang diterima dinilai kurang baik.
“Bahkan sempat terjadi perdebatan, dan kami mendengar ucapan yang tidak pantas dari pihak perwakilan SPBU,” ungkapnya.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan, Burhanudin kemudian meminta pendampingan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Chakra Bersatu guna memperjuangkan hak pengobatan istrinya.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan LBH Chakra Bersatu, Habibah binti Ganna, langsung turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran. Dalam proses konfirmasi dengan pihak manajemen SPBU yang diwakili oleh Iwan, disebutkan adanya kesediaan untuk menanggung biaya pengobatan korban hingga selesai.
Selanjutnya, Habibah bersama sejumlah awak media juga melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Utara. Laporan telah diterima dan pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Walang disebut belum menunjukkan langkah konkret, seperti menjenguk korban maupun menyelesaikan administrasi biaya pengobatan. Padahal, sebelumnya manajer SPBU telah membuat surat pernyataan terkait tanggung jawab pembiayaan perawatan Lily Elviza di RSUD Koja.
Keluarga korban berharap adanya itikad baik dan tanggung jawab penuh dari pihak SPBU Walang agar proses pengobatan dapat berjalan lancar.

























































