Narasi Palsu? Jurnalis SL Nilai Tuduhan Pemerasan Hanya Upaya Menutup Aib ASN

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, teropongrakyat.co – Seorang jurnalis berinisial SL membantah tuduhan pemerasan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Salatiga berinisial BK yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media dua hari lalu. SL menilai narasi pemberitaan tersebut merupakan framing dan informasi fiktif yang menyesatkan, serta menggambarkannya sebagai pihak yang melakukan pemerasan, padahal menurutnya justru ia yang diminta bantuan oleh BK.

Peristiwa ini berawal pada Minggu malam, 31 November 2025 pukul 22.30 WIB, ketika SL berupaya mengonfirmasi informasi terkait Bagus Kadarman (48), Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Salatiga, mengenai dugaan adanya wanita idaman lain (WIL) atau istri siri, serta sejumlah persoalan ketika BK menjabat di Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar: Kenaikan Tunjangan Anggota Polri Lebih Mendesak dari Perpanjangan Usia Pensiun

Setelah menerima pesan konfirmasi, BK menghubungi SL melalui WhatsApp dan meminta agar pemberitaan tersebut tidak dipublikasikan terlebih dahulu. BK kemudian mengajak SL bertemu di salah satu rumah makan di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Dalam pertemuan tersebut, BK kembali meminta agar pemberitaan mengenai dirinya dihentikan atau dihapus (takedown).

Menurut SL, tidak ada kesepakatan untuk menghapus pemberitaan. Namun, ia menyampaikan bahwa berita tersebut tidak akan dikawal dan tidak akan ditindaklanjuti. Ia menegaskan, tidak ada ancaman, intimidasi, maupun permintaan uang dalam komunikasi tersebut.

SL juga membantah keras narasi beberapa media yang menyebut dirinya meminta uang tambahan serta telah menyebarluaskan link pemberitaan ke berbagai platform media sosial. SL menilai informasi tersebut adalah fitnah yang merugikan profesi jurnalistik, dan justru terkesan memojokkan dirinya.

Baca Juga:  Sebanyak 54 Personel Dimutasi, Polri Tegaskan Komitmen Pembinaan Karier dan Profesionalisme

Ia bahkan menduga beberapa media telah mempublikasikan berita bohong atau hoaks karena diduga menerima sejumlah uang dari BK untuk menyudutkan dan merusak reputasi dirinya sebagai wartawan. SL menyebut, ia tidak pernah menyebarkan link pemberitaan ke Facebook maupun platform lainnya.

SL menegaskan bahwa penyebaran link pemberitaan mengenai ASN Salatiga tidak dilakukan olehnya, dan menduga ada media lain yang menyalin serta membagikan berita tersebut. Menurutnya, jejak digital penyebaran sempat ditemukan, namun artikel terkait kini telah menghilang dari platform daring.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari BK maupun pihak media yang menerbitkan tuduhan tersebut.

Penulis : Naim

Berita Terkait

Korban Kecelakaan Butuh Operasi, Keluarga Mengaku Diintimidasi Saat Minta Pertanggungjawaban
Jalan Menuju Puskesmas Kalibaru Bertahun-tahun Dikuasai PKL, Di Mana Ketegasan Pemerintah?
Ahli Waris H. Abdul Halim Minta Pengawasan Mahkamah Agung atas Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
Keluarga Korban Pertanyakan Perkembangan Kasus, Polisi Sebut Pelaku Masih Dalam Pencarian
Kontroversi Kenaikan Pangkat Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Publik Desak Evaluasi dan Klarifikasi
Marunda Macet Total Dan Lumpuh, PT KCN Berikan Solusi Terbaik
Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Diikuti Ribuan Pemimpin Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara
JIC Belum Direvitalisasi Pasca Kebakaran 2022, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov DKI Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:22 WIB

Korban Kecelakaan Butuh Operasi, Keluarga Mengaku Diintimidasi Saat Minta Pertanggungjawaban

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:20 WIB

Jalan Menuju Puskesmas Kalibaru Bertahun-tahun Dikuasai PKL, Di Mana Ketegasan Pemerintah?

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:52 WIB

Ahli Waris H. Abdul Halim Minta Pengawasan Mahkamah Agung atas Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:14 WIB

Keluarga Korban Pertanyakan Perkembangan Kasus, Polisi Sebut Pelaku Masih Dalam Pencarian

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kontroversi Kenaikan Pangkat Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Publik Desak Evaluasi dan Klarifikasi

Berita Terbaru