3 Tanda Bitcoin Gagal Tembus Rekor Tertinggi: Waspadai Sinyal Ini!

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah mengalami kenaikan signifikan, mendekati level $66,000 pada 28 September 2024. Meskipun optimisme pasar meningkat, beberapa sinyal Bitcoin menunjukkan bahwa aset digital ini mungkin belum siap untuk menembus rekor harga BTC tertinggi baru.

Berikut adalah tiga tanda yang perlu diperhatikan para trader dan investor sebelum membuat keputusan investasi.

1. Skeptisisme di Kalangan Investor

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin adalah skeptisisme di kalangan investor. Banyak pelaku pasar masih trauma dengan penolakan harga BTC di level $70,000 sebelumnya, yang memunculkan ketidakpastian. Ketidakpastian ini memberikan ruang bagi para bearish untuk menciptakan ketakutan (FUD), yang bisa menekan harga Bitcoin. Walaupun pasar saham menunjukkan tren positif, tidak ada jaminan bahwa Bitcoin akan mengikuti pergerakan yang sama.

Baca Juga:  Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen dalam Riset dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Global

2. Data Pasar Stablecoin Tiongkok

Indikator lain yang perlu diwaspadai adalah tren bearish di pasar stablecoin Tiongkok. Ketika permintaan terhadap stablecoin seperti USD Tether (USDT) tinggi, biasanya harga mereka diperdagangkan dengan premium. Namun, saat ini premium USDT di Tiongkok berada di bawah paritas, menunjukkan sentimen negatif di kalangan investor. Data ini bertentangan dengan minat tinggi terhadap ETF Bitcoin di AS, mengindikasikan bahwa permintaan investor global untuk Bitcoin masih lemah.

3. Ketidakpastian di Pasar Futures

Kurangnya keyakinan juga terlihat di pasar futures Bitcoin. Meski nilai tukar BTC mendekati $66,000, premium untuk kontrak futures stabil di angka 6%, menandakan sikap netral di kalangan trader besar. Pada kondisi normal, futures Bitcoin diperdagangkan dengan premium tahunan antara 5% hingga 10%. Sikap netral ini menunjukkan bahwa institusi besar masih ragu akan potensi kenaikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Strategi Jitu IPCC: Green Growth dan Solusi Cerdas Dongkrak Laba Kuartal III Hingga 28%

Kesimpulan

Meskipun Bitcoin menunjukkan pergerakan harga yang positif, tiga sinyal Bitcoin ini—skeptisisme investor, tren bearish stablecoin Tiongkok, dan ketidakpastian pasar futures—membuat harga Bitcoin mungkin belum siap untuk menembus rekor tertinggi. Bagi investor, penting untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan pasar sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Berita Terkait

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG
Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan
Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:07 WIB

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:48 WIB

Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC

Rabu, 29 April 2026 - 14:41 WIB

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia

Selasa, 14 April 2026 - 12:28 WIB

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid

Selasa, 14 April 2026 - 11:16 WIB

Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Berita Terbaru