Polres Jember Evakuasi Korban Banjir di Rambipuji Pastikan Bantuan Tersalurkan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER | Teropongrakyat.co – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember Jawa Timur sejak Kamis hingga Jumat 12-13 februari 2026 dini hari memicu banjir di sejumlah wilayah.

Upaya penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember Polda Jatim dan jajarannya, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta para relawan.

Selain mengevakuasi warga, petugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan mendirikan dapur umum maupun dapur mandiri untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra melalui Waka Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan yang turut pimpin evakuasi mengatakan, fokus utama penanganan berada di Kecamatan Rambipuji.

Baca Juga:  Tim Dokkes Polres Metro Jaktim berikan pelayanan kesehatan kepada korban kebakaran di Pulogadung

Warga yang rumahnya terendam dipindahkan ke lokasi aman, salah satunya di Balai Desa Rambipuji.

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dengan cepat. Evakuasi kami lakukan ke tempat yang lebih aman, sekaligus menyalurkan bantuan logistik selama masa tanggap darurat,” ungkap Kompol Ferry, Sabtu (14/2/26).

 

Ia menegaskan, Polres Jember Polda Jatim akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir serta menjaga situasi tetap kondusif.

 

“Sinergi lintas instansi terus kami lakukan, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun distribusi bantuan,” kata Kompol Ferry.

 

Ia menegaskan, keselamatan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Pertumbuhan Ekonomi Bali Solid, Bali Interfood 2025 Jadi Etalase Kuliner Nusantara

 

Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian, termasuk Balai Desa Rambipuji, rumah kerabat, dan sejumlah tempat ibadah.

 

Sementara itu Data BPBD mencatat sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak, dengan Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah, mencapai 3.210 KK terdampak.

 

Meningkatnya debit air di beberapa sungai seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, dan Sungai Bedadung menyebabkan luapan setinggi 30 sentimeter hingga 2 meter.

 

Air merendam permukiman warga, merusak infrastruktur jembatan, serta mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik. (*)

Berita Terkait

Kepergian Vidi Aldiano Tinggalkan Duka Mendalam, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat
ASAD dan LDII Gandeng Senkom Serta Perguruan Silat Kota Pasuruan Berbagi Takjil
Diduga Mencuri, Pria Paruh Baya Diamankan Warga
Ramadhan Penuh Kepedulian, Polres Metro Jakpus dan Polsek Kemayoran Gelar Buka Bersama, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim-Piatu
Ketua LAPAN, Andre M Pelawi : Aparat Penegak Hukum Harus Saling Menghormati dan Bijaksana
KERUNTUHAN PROFESI ADVOKAT: Kriminalisasi Advokat Hendra Sianipar
Mahasiswa HMI Kota Bogor Gelar Aksi di Depan Istana, Desak Presiden Bersikap atas Konflik Timur Tengah
GN-GAK-HAM Perluas Struktur Organisasi, DPD Jawa Tengah Segera Bentuk DPC di DIY dan Kota Semarang

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:26 WIB

Kepergian Vidi Aldiano Tinggalkan Duka Mendalam, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:29 WIB

ASAD dan LDII Gandeng Senkom Serta Perguruan Silat Kota Pasuruan Berbagi Takjil

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:25 WIB

Diduga Mencuri, Pria Paruh Baya Diamankan Warga

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:24 WIB

Ramadhan Penuh Kepedulian, Polres Metro Jakpus dan Polsek Kemayoran Gelar Buka Bersama, Berbagi Takjil dan Santunan Anak Yatim-Piatu

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:43 WIB

Ketua LAPAN, Andre M Pelawi : Aparat Penegak Hukum Harus Saling Menghormati dan Bijaksana

Berita Terbaru