SMAN 2 Kota Malang Dukung Gernas RANA, Perkuat Komitmen Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Malang | Teropongrakyat.co –SMAN 2 Kota Malang (Smanda) menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman dengan mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA): Wujudkan MPLS Ramah 2026 di Aula Metrika BBPPMPV BOE Malang, Senin 13 Juli 2026.

Tiga menteri hadir dalam peluncuran Gernas RANA ini. Yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Pratikno MSoc Sc, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Bupati Malang Sanusi juga hadir dalam peluncuran Gernas RANA ini.

Dalam kegiatan tersebut, SMAN 2 Kota Malang mengirimkan delegasi yang terdiri atas kepala sekolah, seorang guru, seorang perwakilan komite sekolah, serta tujuh siswa. Partisipasi tersebut sejalan dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan SMAN 2 Kota Malang untuk menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Kepala SMAN 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati MPd mengapresiasi peluncuran Gernas RANA yang dinilai sejalan dengan visi sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berpihak kepada anak.

“Sebagai kepala sekolah, kami sangat mengapresiasi dan mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah bukan hanya harus bebas dari kekerasan, tetapi juga menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa dihargai, didengar, dilindungi, serta memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal,” ujarnya.

Baca Juga:  KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 Akan Cair

Eny menjelaskan, SMAN 2 Kota Malang terus membangun budaya sekolah yang dilandasi nilai saling menghormati, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Berbagai langkah telah diterapkan, mulai dari penguatan pendidikan karakter, pelaksanaan kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan, penyediaan layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, hingga membangun komunikasi yang terbuka antara siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah.

Sekolah Jadi Rumah Kedua Anak

Selain itu, SMAN 2 mendorong seluruh warga sekolah agar tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun melaporkan apabila menemukan perundungan atau bentuk kekerasan lainnya. Dengan demikian, setiap persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkeadilan.

Menurut Eny, berbagai kegiatan sekolah juga dirancang untuk membangun iklim yang inklusif, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

“Kami berharap SMAN 2 Kota Malang benar-benar menjadi rumah kedua bagi para siswa, tempat mereka merasa aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, serta percaya diri dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas secara akademik maupun nonakademik dengan tetap menjunjung tinggi adab dan karakter mulia,” ungkap Eny.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Pratikno MSoc Sc menegaskan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi anak.

Baca Juga:  SDN 2 Donowarih dan SMPN 2 Karangploso Satu Atap Gandeng Pusdik Arhanud TNI AD, Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Cinta Tanah Air pada Peserta MPLS

Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual peserta didik.

“Tidak ada gunanya kita mendidik anak-anak menjadi pintar kalau mereka tidak sehat secara fisik maupun mental. Nilai akademik yang tinggi tidak akan berarti apabila anak menjadi korban kekerasan karena dampaknya sangat besar terhadap masa depan mereka,” kata Pratikno.

Kesehatan Mental Anak Sangat Penting

Mantan rektor UGM Yogyakarta itu menjelaskan, anak yang mengalami kekerasan berisiko mengalami ketakutan, kecemasan, gangguan mental, bersikap agresif, mudah marah, hingga menarik diri dari lingkungan pergaulan. Di lingkungan sekolah, kondisi tersebut juga dapat memicu gangguan belajar, menurunkan rasa percaya diri, membuat anak merasa tidak berharga, dan sulit mempercayai orang lain.

Pratikno juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan mental anak menjadi tantangan yang semakin serius.

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan periode 2025–2026, hampir 10 persen anak Indonesia menunjukkan indikasi gangguan kesehatan jiwa. Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, sebanyak 338 ribu anak atau 4,4 persen mengalami gejala gangguan kecemasan. Sedangkan sekitar 363 ribu anak atau 4,8 persen menunjukkan gejala depresi.

Melalui Gernas RANA, pemerintah mendorong terciptanya empat ruang aman dan nyaman bagi anak, yakni lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, serta ruang digital, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di setiap aspek kehidupannya.

Berita Terkait

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Fesal Musaad, menjadi narasumber dalam Program Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya
Bupati Cup Pencak Silat 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran, IPSI Kabupaten Malang Ajak Atlet Terbaik Rebut Tiket Menuju POPDA
Tanpa Batas Wilayah: Pembelajaran Hibrida UNIS Bawa Mahasiswa Luar Daerah Raih Gelar Magister
Danramil 0818/12 Bantur Hadiri Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP 2026 di Puslatpur 4 Marinir Purboyo
MPLS Dimulai, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Siap Menimba Ilmu
Mahasiswa KKN Tematik 54 FIA UB Mendampingi UMKM Potensial Kembangkan Promosi Digital
Sekda Kabupaten Malang Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Srigonco, Optimistis Cetak Generasi Tangguh di Kawasan Pantai Selatan
SD Negeri 1 Srigonco Terdampak Pelebaran Jalan, Pembangunan Ruang Kelas Baru Belum Terwujud

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Fesal Musaad, menjadi narasumber dalam Program Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Bupati Cup Pencak Silat 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran, IPSI Kabupaten Malang Ajak Atlet Terbaik Rebut Tiket Menuju POPDA

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Tanpa Batas Wilayah: Pembelajaran Hibrida UNIS Bawa Mahasiswa Luar Daerah Raih Gelar Magister

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Danramil 0818/12 Bantur Hadiri Penutupan Diklat SPPI KDKMP/KNMP 2026 di Puslatpur 4 Marinir Purboyo

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:28 WIB

MPLS Dimulai, 323 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang Siap Menimba Ilmu

Berita Terbaru