Penertiban PKL di Jalan Dr. Semeru Bogor Barat Tuai Pro dan Kontra Warga

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: bekas penertiban pedagang kaki lima (Donie)

Bogor — Aparat Kecamatan Bogor Barat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Dr. Semeru, Kelurahan Menteng, Kota Bogor rabu 1 April 2026

Kegiatan ini turut didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat guna memastikan proses berjalan aman dan kondusif.

Penertiban dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan yang selama ini kerap dipadati lapak pedagang. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Panglima TNI Sambangi Markas Yonif 754 Kostrad Dalam Rangka Motifasi Semangat Prajurit di Ufuk Timur

Sejumlah warga menyambut baik penertiban tersebut. Mereka menilai kondisi jalan menjadi lebih tertib dan nyaman, terutama bagi pejalan kaki.

“Sekarang jadi lebih rapi, trotoar bisa dipakai lagi. Biasanya pejalan kaki sampai turun ke jalan karena tertutup lapak,” ujar salah satu warga.

Namun, tidak sedikit pula warga yang menyampaikan kekhawatiran terkait nasib para pedagang setelah penertiban dilakukan. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan solusi.

“Setuju ditertibkan, tapi harus ada relokasi yang jelas. PKL juga cari nafkah, jangan sampai kehilangan penghasilan begitu saja,” kata warga lainnya.

Baca Juga:  Perayaan Natal Keluarga Besar SMP Negeri 4 Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara Tahun 2024

Pihak Kecamatan Bogor Barat menyebutkan bahwa penertiban ini telah melalui proses sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang sebelumnya. Langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Ke depan, penataan kawasan Jalan Dr. Semeru diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga mampu mengakomodasi kepentingan para pedagang melalui solusi yang lebih berkelanjutan

T donie

Berita Terkait

Kabel Internet Semrawut di Simpang Lima Semper Dinilai Membahayakan, Warga Minta Penertiban Tegas
Diduga Ada Pembiaran, Operasional Wahana Taman Bunga Celosia Dipertanyakan
Ragam Apel di Dunia Mulai Dari Sejarah Panjang hingga Varian yang Memikat Selera
Aksi Solidaritas di Malingping Chaos, Mahasiswa akan gelar Aksi lanjutan!
Rangkaian Program “Jaga Jakarta, Polsek Kemayoran Gelar Simulasi Kerusuhan
Wadahi Pengamen Penyandang Disabilitas dan Musisi Kota Batu, Mikutopia Berikan Ruang Ekspresi Lewat Live Musik
Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor
Lurah Mustikasari Sidak Proyek Kabel Optik, Aktivitas Dihentikan Sementara

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:31 WIB

Kabel Internet Semrawut di Simpang Lima Semper Dinilai Membahayakan, Warga Minta Penertiban Tegas

Senin, 13 April 2026 - 18:17 WIB

Diduga Ada Pembiaran, Operasional Wahana Taman Bunga Celosia Dipertanyakan

Minggu, 12 April 2026 - 17:35 WIB

Ragam Apel di Dunia Mulai Dari Sejarah Panjang hingga Varian yang Memikat Selera

Minggu, 12 April 2026 - 15:32 WIB

Aksi Solidaritas di Malingping Chaos, Mahasiswa akan gelar Aksi lanjutan!

Sabtu, 11 April 2026 - 21:00 WIB

Rangkaian Program “Jaga Jakarta, Polsek Kemayoran Gelar Simulasi Kerusuhan

Berita Terbaru