Mainan Tradisional Satgas Yonif 310/KK Bawa Keceriaan Anak-anak Papua

- Jurnalis

Jumat, 5 April 2024 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keerom – Teropongrakyat.co –  Ciptakan waktu yang berkualitas, Pos Kalipao Satgas Yonif 310/KK buatkan dan ajak anak-anak di perbatasan untuk bermain mainan tradisional “otok-otok dorong” di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Kamis (4/4/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dikatakan Dansatgas, dengan menjaga dan memainkan permainan-permainan ini, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menyampaikan warisan ini kepada generasi mendatang.

“Memainkan mainan ini banyak melakukan aktivitas fisik akan sangat berguna untuk perkembangan motorik anak” terang Dansatgas.

Baca Juga:  Aksi Heroik Babinsa Koramil 07 Kemayoran Bantu Bocah yang Kejebur di Kali Item Kemayoran Jakpus

Menurut Letkol Inf Andrik Fachrizal, bermain akan membantu anak membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi, belajar berbagai nilai positif seperti empati dan lain sebagainya.

“Selain itu, bermain merupakan sarana belajar bagi anak dan sekaligus menjadi kegiatan pembelajaran untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak,” ungkap Dansatgas.

Sementara itu, Danpos Kalipao Sersan Mayor Ahmad Mu’minin menambahkan bahwa membuat mainan tradisional ini tidak memerlukan biaya besar, dirinya cukup mengumpulkan barang-barang bekas yang berada disekitar seperti kaleng, sandal, bambu serta pipa. Setelah semua bahan tersedia, dirinya dibantu personil satgas merakitnya sehingga menjadi mainan otok-otok dorong.

Baca Juga:  Dirut PT Terra Drone Indonesia Resmi Jadi Tersangka Kebakaran Maut, Polisi Ungkap Kelalaian Sistemik dan Ancaman Hukuman Berat

“Dalam permainan ini kami pun selingi dengan perlombaan ringan yaitu mendorong otok-otok dari start menuju finish yang telah ditentukan, anak-anak begitu gembira, saya sangat senang melihat hal itu,” tambah Danpos.

Nostal Pasebo (10) salah seorang anak yang ikut bermain mengungkapkan kegembirannya dan mengucapkan terima kasihnya kepada personil Satgas Yonif 310/KK.

“Abang-abang Tentara baik sekali, kami dibuatkan mainan, kami diajak bermain di Pos, kami juga diberi banyak makanan. Terima kasih abang, mainan ini boleh saya bawa pulang kan? Saya mau ajak adik saya bermain di rumah,” ucap Nostal sambil tersenyum.

Otentifikasi : Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

(Red)

Mainan Tradisional Satgas Yonif 310/KK Bawa Keceriaan Anak-anak Papua - Teropong Rakyat

Berita Terkait

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter
Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi
Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman
Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan
Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000
Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar
Kebakaran Melanda Leuwimart Leuwiliang, Petugas Masih Lakukan Pemadaman

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:55 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Subsidi di Banyumas Disorot, Tim Media dan BPAN Pertanyakan Profesionalitas Tipidter

Senin, 21 September 2026 - 04:48 WIB

Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi

Minggu, 20 September 2026 - 16:13 WIB

Warga Rorotan Tolak Rencana Pembangunan Depo Kontainer di Kawasan Permukiman

Sabtu, 19 September 2026 - 22:36 WIB

Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan

Sabtu, 19 September 2026 - 17:03 WIB

Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000

Berita Terbaru