Kisah Pilu di Jatiluhur: Rumah Warga Ambruk Akibat Proyek Mangkrak, Pemkot Bekasi Dinilai Abai

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 01:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, 10 Oktober 2025teropongrakyat.co – Sudah sepekan berlalu sejak rumah milik Bapak Ridi, warga RT 002 RW 005, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ambruk akibat longsor. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 3 Oktober 2025 itu bukan semata karena hujan deras, melainkan diduga kuat akibat kelalaian proyek drainase yang mangkrak di kawasan tersebut.

Ironisnya, hingga satu minggu pascakejadian, tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Kondisi ini memicu kecaman keras dari aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bekasi, Rifky, yang menilai Pemkot abai terhadap penderitaan warganya.

“Saya sangat menyayangkan apa yang terjadi pada warga Jatiluhur RT002 RW005. Sudah seminggu berlalu, tapi belum ada respons serius untuk membantu perbaikan rumah Bapak Ridi,” ujar Rifky, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Barisan Muda Bekasi, Jumat (10/10/2025).

Menurut kesaksian warga, proyek drainase di sekitar bantaran kali itu dibiarkan terbengkalai dan tidak tersambung sempurna. Ketika hujan deras turun, air meluap tanpa arah dan mengikis tanah di sekitar rumah warga. Akibatnya, fondasi rumah Bapak Ridi runtuh dan bangunannya roboh rata dengan tanah.

Baca Juga:  Macet Panjang di Yos Sudarso Akibat Bongkar Muat di NPCT 1, Pekerjaan Tukang Ojek Pangkalan Terdampak

Sejak hari pertama musibah, aparat lingkungan mulai dari RT, RW hingga pihak kelurahan memang telah datang untuk mendata kerusakan. Namun, tidak ada tindak lanjut maupun bantuan nyata yang diterima keluarga korban hingga kini. Mereka terpaksa bertahan di antara puing-puing rumah sambil menunggu kepastian dari pemerintah.

Kisah Pilu di Jatiluhur: Rumah Warga Ambruk Akibat Proyek Mangkrak, Pemkot Bekasi Dinilai Abai - Teropong Rakyat

Rifky menilai, proyek drainase yang seharusnya menjadi solusi justru menimbulkan bencana baru karena perencanaan dan pengawasan yang buruk.

“Proyek drainase seharusnya mencegah banjir, bukan malah menimbulkan longsor. Pemerintah harusnya lebih matang dalam perencanaan, terutama soal kajian AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga,” tegasnya.


Pakar: Kelalaian Proyek Bisa Masuk Ranah Hukum

Menanggapi insiden tersebut, Dr. Hendra Wijaya, pakar tata kota dan lingkungan dari Universitas Krisnadwipayana, menilai bahwa kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap proyek publik.

“Jika terbukti proyek dikerjakan tanpa kajian teknis yang memadai dan menyebabkan kerugian warga, ini bisa masuk ranah maladministrasi atau kelalaian jabatan,” ujar Dr. Hendra saat dihubungi, Jumat (10/10/2025).

Ia menambahkan bahwa proyek drainase di daerah rawan longsor seharusnya melalui analisis geoteknik dan dampak lingkungan secara menyeluruh.

“Tidak cukup hanya menggali dan memasang saluran. Pemerintah wajib memastikan struktur tanah aman dan saluran tersambung sempurna agar tidak menimbulkan bahaya bagi warga sekitar,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut, baik dengan perbaikan infrastruktur maupun kompensasi bagi korban.

“Warga seperti Pak Ridi tidak boleh dibiarkan tanpa solusi. Pemerintah harus hadir, karena ini bukan bencana alam murni, tapi akibat dari kelalaian manusia,” tegas Hendra.


Hingga berita ini diterbitkan, Pemkot Bekasi belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kelalaian dan lambannya penanganan terhadap korban. Sementara itu, keluarga Bapak Ridi masih harus bertahan tanpa tempat tinggal yang layak, menanti janji dan kepedulian dari pemerintah yang hingga kini belum juga tiba.

Baca Juga:  Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Debut di Kualifikasi Piala Dunia 2026

 

Sumber Berita: Barisan Muda Bekasi

Berita Terkait

Tanah Ulayat Tak Kunjung Tuntas, Tokoh Adat Minang Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum
Peredaran Obat Keras Terbatas di Tanah Abang Kembali Disorot, Muncul Nama “Nur” dan “Dedy”
Waspada Investasi Bodong di Perusahaan Pialang Ilegal!
Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta
Galian Proyek PAM di Rorotan Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Kemacetan dan Minimnya Pengaturan Lalu Lintas
Yayasan Aviasi Berkat Transformasi Indonesia (YABTI) Libatkan Generasi Muda Love School dalam Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Kabasiran
Anggaran Bencana Dipertanyakan, Istana Gelontorkan Rp305 Juta untuk Pengadaan Merpati HUT ke-81 RI
Jalan Marunda Baru–Sungai Tiram Dihantui Truk Kontainer, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Tanah Ulayat Tak Kunjung Tuntas, Tokoh Adat Minang Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Peredaran Obat Keras Terbatas di Tanah Abang Kembali Disorot, Muncul Nama “Nur” dan “Dedy”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Waspada Investasi Bodong di Perusahaan Pialang Ilegal!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Galian Proyek PAM di Rorotan Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Kemacetan dan Minimnya Pengaturan Lalu Lintas

Berita Terbaru

TNI – Polri

TNI Gelar Bhakti Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81 TNI

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:58 WIB

TNI – Polri

Polisi Satresnarkoba Polres Priok Tangkap Pengedar Sabu di Jakarta

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:52 WIB