Kapolres Bogor Tegas: Stop Petasan dan Mercon, Ancaman Nyata bagi Keselamatan Warga

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor – Teropongrakyat.co –  Kepolisian Resor (Polres) Bogor mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk tidak menyalakan maupun memperjualbelikan petasan dan mercon.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kapolres Bogor sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang momentum pergantian tahun.

Dalam imbauannya, Polres Bogor menegaskan bahwa penggunaan petasan bukan sekadar hiburan, melainkan berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi keselamatan jiwa dan lingkungan. Suara ledakan petasan dinilai mengganggu ketertiban umum, memicu keresahan warga, serta berisiko menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Selain itu, efek ledakan petasan dapat menyebabkan luka berat hingga mengancam nyawa, terutama bagi anak-anak. Tak hanya itu, petasan juga memiliki potensi besar memicu kebakaran serta kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.

Baca Juga:  PAMA Resmi Membuka Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Sistem, Pengawasan, dan Budaya Keselamatan

“Petasan bukan tradisi yang harus dipertahankan jika membahayakan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tegas Kapolres Bogor dalam pesan resminya.

Polres Bogor juga mengingatkan bahwa aktivitas jual beli petasan melanggar aturan dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Aparat kepolisian memastikan akan meningkatkan pengawasan dan patroli guna menekan peredaran petasan di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Menjadi Apatis = Perang Dingin?

Masyarakat diajak untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif, menjaga kondusifitas wilayah, serta menunjukkan empati terhadap sesama, khususnya warga yang tengah tertimpa musibah bencana.

Dengan menghindari petasan, Polres Bogor berharap suasana aman, damai, dan tertib dapat terwujud demi kenyamanan seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”
Peresmian Bedah Rumah Baznas-Bazis Jakarta Utara, Wali Kota: Wujud Nyata Kepedulian untuk Hunian Layak Warga
15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:09 WIB

“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terbaru