Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKalibrr Ajak Masyarakat untuk Waspada dan Kenali Modus Penipuan Sebelum Kirim Lamaran KerjaKomentar: 0

Kalibrr Ajak Masyarakat untuk Waspada dan Kenali Modus Penipuan Sebelum Kirim Lamaran Kerja

Teropong Rakyat, 25 Juli 2024, 08:00 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Dalam beberapa bulan terakhir, maraknya kasus penipuan lowongan pekerjaan kembali terjadi. Para penipu memanfaatkan situasi ekonomi yang sedang melemah, dimana hal ini mengakibatkan hiring freeze di beberapa perusahaan dan tingginya angka pengangguran.

Modus penipuan semakin beragam, salah satu yang marak belakangan ini adalah penipuan dengan menawarkan pekerjaan paruh waktu. Penipu biasanya menawarkan pekerjaan sebagai tenaga administrasi online shop di salah satu e-commerce, dengan tugas memberikan “like” pada video produk di aplikasi toko online, atau melakukan pembelian dengan top-up ke uang elektronik dan dijanjikan komisi besar yang akan dibayarkan setiap hari.

Awalnya, korban dibuat merasa untung oleh penipu. Namun, setelah itu korban diminta melakukan deposit atau top-up uang dengan jumlah yang lebih besar untuk meningkatkan komisi. Top-up yang dilakukan korban kemudian diinformasikan gagal, sehingga korban diharuskan melakukan top-up berulang kali. Pada akhirnya, penipu tidak bisa dihubungi lagi, meninggalkan korban dengan kerugian.

Baca Juga:  Strategi Pemulihan Kepercayaan Investor Kripto Pasca Insiden Peretasan

Untuk itu, Kalibrr mengajak pencari kerja di Indonesia untuk selalu waspada dan selalu “kenali sebelum kirim aplikasi” dalam mencari pekerjaan. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dan juga dapat dilakukan untuk mencari tahu lebih lanjut agar terhindar dari penipuan lowongan kerja:

Cek Informasi Perusahaan

Pastikan perusahaan yang menawarkan pekerjaan benar-benar ada dan kredibel. Cari informasi lengkap seperti situs resmi, media sosial, dan ulasan karyawan. Tidak adanya kehadiran digital bisa jadi tanda penipuan.

Janji Pekerjaan yang Tidak Realistis

Waspadai deskripsi pekerjaan yang tidak realis dengan janji-janji muluk. Tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti benefit tinggi untuk pekerjaan sederhana, atau janji promosi cepat tanpa alasan jelas, patut dicurigai.

Tidak Ada Proses Wawancara

Proses wawancara adalah bagian penting dari seleksi karyawan. Perusahaan yang sah biasanya akan melakukan setidaknya satu wawancara, baik langsung, melalui telepon, atau video call, untuk mengevaluasi calon karyawan. Jika diterima tanpa wawancara, hal ini patut diwaspadai.

Baca Juga:  Kesempatan Emas: Bagaimana Mahasiswa di Indonesia Bisa Bekerja di Perusahaan Ternama

Jangan Mengirim Uang

Penawaran kerja yang meminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk apapun, seperti mengirimkan uang langsung, mengisi saldo e-wallet, atau pembelian barang, dan dengan alasan apapun, seperti biaya administrasi, pelatihan, atau visa kerja, adalah salah satu tanda yang mengindikasikan bahwa hal tersebut adalah penipuan.

Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa

Perhatikan kesalahan ejaan, tanda baca, dan/atau tata bahasa yang tidak tepat dalam komunikasi yang diberikan perusahaan. Penipu seringkali menggunakan tulisan yang berantakan untuk menyaring kandidat yang mudah ditipu.

Kalibrr menghimbau pencari kerja di Indonesia untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran lowongan kerja yang tidak masuk akal. Mari bersama-sama kita lawan penipuan lowongan kerja dengan edukasi dan kewaspadaan.

Lihat Bisnis Selengkapnya→
Artikel Terkait Bisnis
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain