Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Produk Kadaluarsa di Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 28 September 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Teropongrakyat.com – Tindakan kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Ambarita, seorang wartawan, menjadi korban pengeroyokan saat melakukan peliputan dugaan peredaran produk makanan kadaluarsa di Dusun 1, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa ini bermula ketika Ambarita datang seorang diri untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak terkait. Namun, upaya jurnalistik tersebut justru berujung pada intimidasi, perampasan alat kerja, hingga pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang diduga disiapkan pemilik produk kadaluarsa. Akibat kejadian ini, Ambarita mengalami luka berat, termasuk kerusakan pada kornea mata, sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas jurnalistiknya seperti biasa.

Perkara ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan STTLP/6885/IX/2025/POLDA METRO JAYA atas nama pelapor Diori Parulian Ambarita. Rekan-rekan media menyebut Ambarita, yang akrab disapa Ambar, kerap mengalami intimidasi dan kekerasan terkait profesinya sebagai pemilik salah satu media nasional.

Baca Juga:  Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Program Swasembada Pangan Nasional di Merauke

Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Produk Kadaluarsa di Bekasi - Teropong Rakyat

Tuntutan Penegakan Hukum

Julianta Sembiring, SH., SE., selaku pembina LBH Aktivis Pers Indonesia, mengecam keras aksi pengeroyokan tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 hingga 11 orang.

“Hal ini harus segera ditindaklanjuti agar para pelaku tidak melarikan diri atau mencari cara lain untuk lolos dari jeratan hukum. Kami berharap Polda Metro Jaya bekerja maksimal dalam waktu 2 x 24 jam. Kepolisian Republik Indonesia tidak boleh mengabaikan tindak pidana penganiayaan terhadap jurnalis yang hanya menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” tegas Julianta.

Pelanggaran UU Pers dan KUHP

Julianta menegaskan bahwa pengeroyokan ini jelas melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, khususnya Pasal 18 ayat (1) yang menyatakan:

Baca Juga:  Ironis! Wanita ini Tertipu Jutaan Rupiah, Modusnya Buat HUT TNI

“Barang siapa dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.”

Selain itu, para pelaku juga dapat dijerat pasal berlapis, di antaranya:

  • Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara.
  • Pasal 365 KUHP tentang perampasan atau pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.

“Kasus ini harus diproses secara hukum karena merupakan bentuk persekusi terhadap profesi jurnalis. Kekerasan seperti ini kerap terjadi dan tidak boleh dibiarkan berulang,” pungkas Julianta.

 

Berita Terkait

Bangunan Ilegal di Matraman Diduga Sudah Dialiri Listrik, Warga Pertanyakan Proses dan Minta Penindakan
Kolong Tol Angke 2 Dikuasai Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Liar, Pemerintah Dinilai Tutup Mata
Benarkan Ada Penggeledahan, PT Cocoman Bantah Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang
Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja
PT Cocoman Buka Suara soal Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Morowali Utara
CTP Tollways Dukung Pembersihan Sungai CBL, Pastikan Struktur Jalan Tol Tetap Aman
Ahli Waris Makawi Datangi Badan Pengawasan MA dan DPR RI, Minta Sidang Sengketa Lahan Diawasi Ketat
Senkom Mitra Polri Tampil Solid di Apel Sabuk Kamtibmas Polres Malang, Siap Jaga Kondusivitas Wilayah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bangunan Ilegal di Matraman Diduga Sudah Dialiri Listrik, Warga Pertanyakan Proses dan Minta Penindakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:14 WIB

Kolong Tol Angke 2 Dikuasai Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Liar, Pemerintah Dinilai Tutup Mata

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:42 WIB

Benarkan Ada Penggeledahan, PT Cocoman Bantah Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:32 WIB

Momentum Hari Buruh 2026: Rahmad Sukendar Ajak Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 30 April 2026 - 20:25 WIB

CTP Tollways Dukung Pembersihan Sungai CBL, Pastikan Struktur Jalan Tol Tetap Aman

Berita Terbaru