Inovasi Pertamina EP Rantau Atasi Masalah Kepasiran Jaga Produksi Minyak Tetap Stabil

- Jurnalis

Kamis, 31 Oktober 2024 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina EP Rantau Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 terus melakukan upaya untuk berkontribusi optimal terhadap target produksi migas nasional. Terbaru, Pertamina EP Rantau melakukan continuous improvement untuk mengatasi masalah kepasiran dengan Inovasi We Are Fines.

RANTAU – Pertamina EP Rantau Field yang merupakan bagian
dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 terus melakukan upaya untuk berkontribusi
optimal terhadap target produksi migas nasional. Terbaru, Pertamina EP Rantau
melakukan continuous improvement untuk mengatasi masalah kepasiran dengan
Inovasi We Are Fines.

Pertamina EP Rantau mengelola lapangan-lapangan migas yang
tergolong sudah mature dan memiliki loss production opportunity yang disebabkan
oleh pasir (sand/mud). Menurut data yang dihimpun oleh Pertamina EP Rantau
Field, Potensi Kehilangan Produksi/Loss Production Opportunity di tahun 2019
sampai 2022 adalah 62%. Inovasi We Are Fines berupaya menekan angka tersebut
dengan melakukan Management reservoir adalah proses pengelolaan data dan
informasi terkait reservoir Migas untuk mengoptimalkan produksi. Ini mencakup
analisis geologi atau karakteristik batuan, data produksi, dan perencanaan
pengembangan untuk memastikan efisiensi dan keberlanjutan eksploitasi sumber
daya migas.

Baca Juga:  VRITIMES Indonesia Umumkan Peningkatan Harga Layanan Press Release Mulai 1 Agustus 2024

Metode We Are Fines memanfaatkan dan mengimplementasikan
hasil study dari LEMIGAS yang menyatakan bahwa penggunaan Potassium Klorida
(KCI)  memberikan efek positif pada
reservoir. KCl adalah garam yang bersifat hipertonis, artinya ia memiliki
konsentrasi garam yang lebih tinggi dari air formasi. Hal ini menyebabkan
fluida KCl akan menarik air dari formasi ke dalam fluida KCl. Proses ini
dinamakan Osmosis. Proses ini dapat mencegah terjadi swelling pada formasi
batuan. Swelling pada formasi bantuan dihindari karena dapat menyebabkan
terproduksinya pasir ke permukaan.

Berhubung mineralogi formasi batuan di Lapangan Rantau
memiliki tanah liat yang tinggi, penggunaan completion fluid yang tidak tepat
dapat menyebabkan terjadinya swelling dan terproduksinya pasir. Oleh karena itu
Metode We Are Fines juga melakukan improvisasi sensitivitas penggunaan
konsentrasi KCl 2 sampai dengan 7% yang lebih efektif dan efisien pada
masing-masing layer di Lapangan Rantau.

“Keberhasilan metode we are fines didalam menentukan
kandungan tanah liat disetiap lapisan batuan diharapkan dapat mempertahankan
operasi produksi di field Rantau dan direplikasi ke lapangan migas mature
lainnya,” ujar Feruz Kausar, Petroleum Engineering PEP Rantau.

Salah satu keberhasilan dari metode We Are Fines dalam
mengatasi kepasiran adalah terbukti di sumur P-455. Sebelum penggunaan KCl,
masa produksi (run life) sumur P-455 kurang dari 90 hari dengan hasil
pengukuran tag True Depth (TD) terdapat pasir setinggi 126m di dalam lubang
sumur. Setelah menggunakan KCl dengan konsentrasi 7%, run life sumur P-455
menjadi lebih lama yaitu 222 hari dan sumur masih berproduski (onstream) sampai
saat ini.

Baca Juga:  Dampak Expo 2020: Kesuksesan Expo 2020 telah meningkatkan kepercayaan investor dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Metode We Are Fines terbukti dapat mengurangi Loss
Production Opportunity akibat masalah kepasiran, menambah usia produktif sumur
dan mengurangi frekuensi pekerjaan Rig. Keberhasilan implementasi Metode We Are
Fines dapat di aplikasikan di Lapangan lain yang mengalami permasalahan yang
sama.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan metode We Are Fines
dalam menangani permasalahan kepasiran yang pada periode 2019 dan 2022 sempat
membuat loss production oportunity meningkat diatas 50%. Inovasi-inovasi yang
dilakukan para perwira kami ini harus di apresiasi tinggi, kembali saya
tegaskan bahwa keberhasilan ini adalah kerja pintar dari perwira Pertamina EP
Rantau dalam menjaga produksi lapangan Rantau,” ujar Tomi Wahyu Alimsyah,
Manager Pertamina EP Rantau.

Berita Terkait

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan
Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Selaras Dengan Transformasi Identitas Subholding, PT Akses Pelabuhan Indonesia Hadir Dengan Logo Baru

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:28 WIB

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid

Selasa, 14 April 2026 - 11:16 WIB

Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Senin, 13 April 2026 - 17:20 WIB

Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan

Senin, 13 April 2026 - 12:02 WIB

Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terbaru

Breaking News

Anak Tiri Diduga Habisi Nyawa Ibu di Binong, Pelaku Positif Narkoba

Senin, 20 Apr 2026 - 09:18 WIB