Berita Terbaru Hari Ini: Tiket Pesawat Mahal Tapi Maskapai Rugi. Operasionalnya Kacau!

- Jurnalis

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sering jadi bahan sambat traveler, tiket pesawat lokal lebih mahal dari internasional. Benarkah ini akibat persaingan bisnis atau ada alasan lain di balik tiket pesawat yang mahal?

Merujuk pada pernyataan Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA), mereka mengatakan bahwa meski penumpang naik, bisnisnya rugi dan lesu. 

Mereka menganggap bahwa harga tiket saat ini kemurahan dibanding biaya operasional yang harus ditanggung maskapai.

Mengapa Tiket Pesawat Mahal?

Usut punya usut, beberapa alasan tiket pesawat tinggi adalah harga avtur yang lebih mahal dari negara tetangga. Sistem antre di udara dan pendaratan belum efisien membuat bahan bakar jadi boros.ILI

Ilustrasi operasional bisnis maskapai. Sekolah COO

Data dari International Air Transport Association (IATA) menunjukkan bahwa biaya bahan bakar dapat mencapai hingga 30-40% dari total biaya operasional maskapai.

Ditambah biaya non-operasional seperti pajak dan bea masuk yang diterapkan berganda. Menurut data Kementerian Keuangan Indonesia, pajak dan bea masuk untuk komponen pesawat dapat mencapai 20-30% dari nilai barang. 

Dampak Operasional Buruk pada Bisnis

Kalau operasional yang semacam ini dibiarkan 3-5 tahun ke depan, bisnis bisa mati karena profit yang kecil. 

Baca Juga:  Kenapa Sertifikasi IMDG Code Jadi Kunci Keselamatan di Pelabuhan? Temukan Jawabannya di Sini!

Ilustrasi kebooran bisnis.Sekolah COO

Contoh nyata lainnya bisa dilihat pada bisnis ritel seperti Matahari Department Store yang terpaksa menutup beberapa gerai akibat operasional yang buruk. 

Begitu pula dengan bisnis jasa seperti Gojek, yang meski populer, harus melakukan efisiensi besar-besaran untuk tetap bertahan di pasar.

Sering sekali terjadi, bisnis yang sudah running satu dua tahun, mati bukan karena marketing jelek.

Tapi karena terjadi kebocoran operasional dan owner tahu, tapi tidak segera dibereskan karena tidak tahu caranya. 

Mengelola Operasional yang Efisien dan Efektif

Para pengusaha yang berlatar belakang marketing, sales, atau apapun, sering kali tidak begitu paham operasional sehingga ketika menjalankan bisnis, tidak sistematis. 

Misalnya, seorang pengusaha dengan latar belakang marketing mungkin fokus pada peningkatan penjualan, namun mengabaikan pentingnya efisiensi dalam rantai pasokan atau pengelolaan inventaris. 

Ilustrasi operasional. Sekolah COO

Akibatnya, terjadi kebocoran biaya yang tidak terdeteksi hingga berdampak pada profitabilitas perusahaan.

Mengatasi Kebocoran Operasional

Bagaimana mengatasi kebocoran operasional bisnis yang sudah jalan bertahun-tahun?

Berdasarkan riset dari Harvard Business Review, ada beberapa langkah strategis yang bisa diambil untuk meningkatkan profit perusahaan melalui efisiensi operasional:

1. Audit Operasional: Lakukan audit menyeluruh untuk mengidentifikasi area yang menyebabkan kebocoran biaya.

Baca Juga:  Cara Mengatasi PMS di Rumah, Patut Dicoba!

2. Implementasi Teknologi: Gunakan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi, seperti sistem manajemen rantai pasokan yang terintegrasi.

Ilustrasi teknologi bisnis. Sekolah COO

3. Pelatihan dan Pengembangan: Tingkatkan keterampilan karyawan dalam mengelola operasional melalui pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan.

4. Benchmarking: Bandingkan praktik operasional dengan perusahaan terbaik di industri untuk menemukan area yang bisa ditingkatkan.

Apakah harus direset dari awal atau ada solusi sistematis yang bisa menolong? 

Solusi sistematis yang bisa menolong adalah dengan mengadopsi best practice dari industri dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Hadi Kuncoro: Mentor untuk Sistemasi Operasional yang Profitable

Kabar baiknya, untuk kamu para owner yang sedang ingin menaikkan profit lewat efisiensi operasional, Hadi Kuncoro, seorang praktisi terbaik dalam manajemen rantai pasokan dan operasional, siap menjadi mentormu. 

Sekolah COO Bisnishack x Hadi Kuncoro

Dengan pengalaman mengelola operasional di perusahaan besar seperti Eiger dan Zalora, Hadi Kuncoro memiliki track record yang terbukti dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan melalui sistemasi operasional yang efektif.

Buat Profit Bisnismu Melejit

Kami mengundang Anda untuk join di workshop Sekolah COO langsung.

Sekolah COO with Hadi Kuncoro.  Bisnishack

Segera daftarkan diri Anda ke Mba Reny di kontak berikut:
wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com

Berita Terkait

Tren Custom Makin Ngetren, Industri Printing Ikut Berubah
Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri
PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP
OPTIMALKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA, PT CTP TOLLWAYS GELAR PELATIHAN MICROSOFT POWER BI
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Indosolar 2026 Perkuat Ekosistem Energi Surya untuk Percepat Transisi Energi Indonesia
Love Collection: Wujudkan Kreativitasmu dengan Kaos Custom Berkualitas Premium
Wujudkan Momen Lebih Bermakna Bersama Bloomora Florist

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:03 WIB

Tren Custom Makin Ngetren, Industri Printing Ikut Berubah

Kamis, 10 September 2026 - 23:39 WIB

Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:25 WIB

OPTIMALKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA, PT CTP TOLLWAYS GELAR PELATIHAN MICROSOFT POWER BI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

TNI – Polri

Panglima TNI Tinjau Festival Band Piala Panglima TNI Tahun 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:12 WIB