BEM RI Bogor Raya Kepung Kantor Bupati, Desak Usut Dugaan Bisnis Ilegal Kades Sadeng

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor, teropongrakyat.co – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Bogor, menuntut pengusutan tuntas dugaan praktik bisnis ilegal yang diduga melibatkan Kepala Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Jumat (19/12/2025).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap maraknya dugaan pelanggaran hukum yang dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa serta lemahnya penegakan hukum di Kabupaten Bogor.

Dalam orasinya, massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan aparat penegak hukum agar segera memproses secara hukum Kepala Desa Sadeng. Dugaan yang disuarakan mencakup intimidasi terhadap awak media hingga keterlibatan dalam sejumlah aktivitas bisnis ilegal yang merugikan masyarakat dan negara.

Poin-Poin Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksi tersebut, BEM RI Bogor Raya menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

Baca Juga:  Parkir Luas dan Aman, Lengkapi Kenyamanan Layanan BRI KC Cilegon

• Intimidasi terhadap awak media, yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa terhadap wartawan yang berupaya mengungkap aktivitas ilegal di wilayahnya.

• Dugaan produksi oli palsu, berupa keberadaan gudang yang memproduksi oli dengan berbagai merek ternama secara ilegal.

• Dugaan sebagai penadah emas ilegal, yang berasal dari aktivitas tambang emas tanpa izin.

• Dugaan penyalahgunaan narkotika, ditandai dengan ditemukannya sisa pesta sabu beserta alat isap (bong) di lokasi yang sama.

Dialog dengan Perwakilan Pemerintah Daerah
Berdasarkan pantauan di lokasi, perwakilan mahasiswa sempat melakukan dialog langsung dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa diterima oleh Jaro Ade.

Dalam dialog yang berlangsung kondusif namun tegas itu, mahasiswa menyerahkan sejumlah dokumen serta foto yang diklaim sebagai bukti awal dugaan pelanggaran hukum yang mereka soroti.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Bahas Mekanisme Sayembara Rp250 Juta Setelah Taufik Hidayat Ditangkap

“Kami meminta ketegasan Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Kasus ini harus diusut secara transparan dan tuntas. Jangan sampai ada pejabat desa yang kebal hukum sementara masyarakat dirugikan,” tegas salah satu orator aksi.

Publik Menanti Sikap Tegas Pemkab Bogor
Hingga aksi berakhir, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut. Mereka menuntut Pemkab Bogor segera memanggil dan memberikan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar sesuai proses hukum yang berlaku.

BEM RI Bogor Raya juga mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar apabila tidak ada perkembangan nyata dalam penanganan laporan tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun pihak terkait mengenai langkah hukum yang akan diambil.

Berita Terkait

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”
Peresmian Bedah Rumah Baznas-Bazis Jakarta Utara, Wali Kota: Wujud Nyata Kepedulian untuk Hunian Layak Warga
15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:09 WIB

“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terbaru