Bogor, teropongrakyat.co – Dedie Rachim menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan pengaturan pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini disampaikan pada Rabu (1/4/2026) sebagai tindak lanjut arahan dari Pemerintah Pusat.
Dedie menjelaskan, skema WFH tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi energi di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah berupaya mengurangi konsumsi energi, khususnya dari sektor perkantoran, tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Kebijakan ini merupakan langkah adaptif menghadapi situasi global yang berdampak pada ketersediaan dan harga energi,” ujar Dedie.
Meski demikian, Pemkot Bogor memastikan bahwa penerapan WFH akan diatur secara selektif dan terukur. Layanan publik yang bersifat esensial tetap berjalan normal, sementara perangkat daerah lainnya akan menyesuaikan sistem kerja dengan kombinasi WFH dan Work From Office (WFO).
Hingga saat ini, detail teknis terkait jadwal, persentase ASN yang menjalankan WFH, serta mekanisme pengawasan kinerja masih dalam tahap penyusunan.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional pemerintahan sekaligus mendukung upaya nasional dalam penghematan energi di tengah ketidakpastian global.
T donie



















































