Jakarta Pusat – Teropongrakyat.co – Rabu (18/3/2026) Semangat kepedulian dan nasionalisme bagi PEWARNA Indonesia tidak hanya sebatas kata-kata tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata terlihat dalam kegiatan yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Provinsi DKI Jakarta di kawasan Balai Kota DKI Jakarta pada sore hari Rabu. Bertempat di depan ikon kota Jakarta, Monas, kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai kebangsaan dapat hidup dan berkembang di tengah masyarakat luas pada Rabu (18/3/2026).
Para pengurus dan anggota PEWARNA DKI Jakarta turut serta aktif dalam aksi yang tidak hanya fokus pada kegiatan berbagi, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang menjaga persatuan antar sesama, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengembangkan sikap kepedulian sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono, Ketua PEWARNA DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan, serta Sekda DKI yang juga sebagai Ketua Panitia Suwidodo.
Pengurus DKI Jakarta lain yang hadir Donny Barita Sari Gultom – Ketua Divisi OKK DKI, Nikolas Gunawan Wijaya – Ketua Divisi Informasi Komunikasi DKI, Fridris Jimson Siburian S.Th. – Ketua Divisi Kerohanian dan Pelmas.
Juga hadir para pengurus dari beberapa PC PEWARNA di wilayah Jakarta, seperti Yordani Emerald Bendahara Jakarta Utara yang juga Sekretaris Panitia, Dini Melanie Sekretaris PC Jakarta Utara, Sri Dewi (Dheva) Bendahara PC Jakarta Selatan yang juga adalah Bendahara Panitia, Nana Erliana Sekretaris PC Jakarta Pusat, Rino Samosir Ketua PC Jakarta Timur, bersama dengan anggota lainnya.
Selain itu hadir pula Eshter Pelupessy yang telah kembali dari Negara Swiss ke tanah air dan siap bergabung dengan PEWARNA Indonesia yang akan menjadi anggota baru PEWARNA, serta perwakilan dari FWJI Indonesia Adi Nur Febriadi dan Aliansi Jurnalis Bersatu Ferlita juga turut meramaikan acara tersebut.
Ketua Panitia Suwidodo menyampaikan bahwa makna nasionalisme harus lebih dari sekadar simbol atau slogan belaka. “Nasionalisme itu bukan hanya bicara besar tentang negara, tetapi bagaimana kita peduli terhadap sesama, menjaga lingkungan, dan hadir di tengah masyarakat. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu adalah bagian dari cinta kita kepada bangsa,” ungkapnya dalam sambutannya.
Menurut dia, kehadiran setiap peserta dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat, baik melalui kontribusi tenaga, waktu, maupun perhatian yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua PEWARNA DKI Jakarta Johan Sopaheluwakan menegaskan bahwa semangat kebangsaan perlu terus dijaga dan diperkuat di tengah keragaman yang menjadi ciri khas Indonesia. “Indonesia berdiri di atas perbedaan. Karena itu, nasionalisme harus diwujudkan dalam sikap saling menghargai, gotong royong, dan menjaga persatuan. Kegiatan ini adalah bagian kecil dari upaya tersebut,” katanya.
Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak. Menurutnya, kebersamaan lintas organisasi ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme mampu melampaui sekat perbedaan. Kegiatan pembagian takjil dan penyampaian pesan kebersamaan menjadi pengingat bahwa nasionalisme sejati lahir dari kepedulian dan keberanian untuk bertindak nyata yang mampu menyatukan dan menguatkan bangsa Indonesia.
Kegiatan pembagian takjil kali ini juga menyampaikan pesan untuk senantiasa Jaga Jakarta dan mendukung program menolak vandalisme yang kerap terjadi di kota Jakarta tercermin dari kantong goody bag.
Kegiatan ini menjadi ajang peduli sesama dalam bulan suci bagi umat Muslim yang ditengarai oleh Ketua Divis Kerohanian dan Pelmas.
Ketua Divisi Pelmas dan Kerohanian Fridris Jimson S, S.Th, ketika diwawancarai sebelum pembagian Takjil di selenggarakan mengatakan, “Kita bersyukur kepada Tuhan, karena moment seperti ini menjadi kesempatan Emas untuk kita sebagai Pewarta Nasrani dapat berbagi kepada sesama dalam hal ini kepada Agama muslim juga kepada sesama yang membutuhkan, disinilah hukim kasih (law of love) bahwa Kristus mengasihi semua orang tanpa membuat adanya perbedaan, kita bersaudara walaupun punya keyakinan strata sosial yang berbeda, do mata Tuhan kita sama harus saling mengasihi,”
katanya.
Lebih lanjut ujarnya, “Kita berdoa supaya kegiatan ini dipahami saudara kita muslim bahwa ini kita lakukan sebab kita hidup bersama di negeri ini sehingga mereka melihat inilah sesungguhnya Inti Kekristenan seperti yang diajarkan Yesus mengasihi Sesama seperti yang tertuang di Matius 22 : 39,” ujarnya, dengan mantap
Acara diakhiri dengan silaturahmi dan makan bersama dengan doa makan oleh Esther Pelupessy. Suasana penuh dengan kekeluargaan dan rencana merancang program kerja kegiatan selanjutnya.
Penulis : Yordani






















































