Kota Bogor, teropongrakyat.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, keberadaan pengemis, manusia gerobak terlihat semakin banyak di sejumlah ruas jalan utama di Kota Bogor. Fenomena ini tampak di beberapa titik strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan RE Martadinata, kawasan Yasmin, hingga sejumlah ruas jalan lainnya.
Pantauan Team di lapangan pada rabu 11 maret 2026 menunjukkan para pengemis dan manusia gerobak mulai bermunculan sejak pagi hingga malam hari.
Sebagian terlihat membawa gerobak berisi barang-barang pribadi, sementara lainnya menggendong anak kecil atau berjalan dari kendaraan ke kendaraan saat lampu merah menyala.
Kondisi ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga merasa iba dan memilih memberikan bantuan, namun tidak sedikit juga yang menilai keberadaan mereka mengganggu ketertiban dan arus lalu lintas.
Rudi (42), seorang pengendara yang sering melintas di Jalan Ahmad Yani, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, menjelang Lebaran biasanya jumlah pengemis memang meningkat.
“Kalau lihat mereka sih kasihan, mungkin memang lagi butuh. Apalagi mau Lebaran, kebutuhan pasti banyak. Kadang saya kasih uang receh,” ujar Rudi saat ditemui di kawasan tersebut.
Pendapat berbeda disampaikan oleh Sari (35), warga Tanah Sareal. Ia menilai fenomena ini perlu ditangani serius oleh pemerintah karena kerap membuat pengguna jalan tidak nyaman.
“Kadang mereka sampai memaksa atau mengetuk kaca mobil. Itu kan bisa mengganggu dan juga berbahaya kalau di tengah jalan,” katanya.
Sementara itu, Andi (28),
pengendara ojek online di kawasan Yasmin, mengatakan fenomena manusia gerobak sudah sering terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Biasanya memang menjelang Lebaran banyak yang datang dari luar daerah. Mereka bawa gerobak, tidur di pinggir jalan atau kolong jembatan,” jelasnya.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan penanganan yang lebih terstruktur, baik melalui penertiban maupun pembinaan sosial. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar penanganannya lebih tepat sasaran.
Fenomena meningkatnya pengemis dan manusia gerobak menjelang Lebaran memang bukan hal baru di Kota Bogor. Namun, tanpa penanganan yang serius, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang setiap tahunnya dan semakin meluas di berbagai titik jalan utama.
T donie






















































