Mayat Bayi Ditemukan dalam Kantong Plastik di Rumah Kosong di Koja, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian Menyelidiki Kasus Mayat Bayi

Kepolisian Menyelidiki Kasus Mayat Bayi

Jakarta, Teropongrakyat.co – Warga di Jalan Walang Baru VI, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan dalam kantong plastik hitam di dekat mesin pompa air sebuah rumah kosong yang merupakan sitaan bank. Selasa, (28/01/2025).

Kapolsek Koja melaporkan bahwa bayi tersebut masih lengkap dengan ari-ari dan tali pusar, diperkirakan berusia 6 hingga 7 bulan dengan panjang sekitar 25 cm.

Mayat Bayi Ditemukan dalam Kantong Plastik di Rumah Kosong di Koja, Polisi Lakukan Penyelidikan - Teropong Rakyat
Penemuan Mayat Bayi Di Rumah Kosong

Kronologi Kejadian

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Basrun (55), yang hendak menyalakan air sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, ia melihat sebuah kantong kain berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kantong plastik serupa. Merasa curiga, Basrun membukanya dan menemukan jasad bayi. Ia segera melaporkan temuan ini kepada Ketua RT, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Baca Juga:  Kapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Hari Juang Polri

Menerima laporan warga, tim dari Polsek Koja yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Alex Candra, S.H., langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Pemeriksaan awal dilakukan bersama tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara yang dipimpin Aiptu Agus Riyanto serta tim Dokes yang diketuai Penata Novi.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi, namun terlihat adanya lebam mayat pada punggung dan lengan.

Baca Juga:  Presiden Terpilih Prabowo Subianto  Ucapkan Sumpah dan Janji sebagai Presiden Ke-8 RI

Langkah Kepolisian

Pihak kepolisian telah mengambil beberapa langkah penyelidikan, antara lain:

  • Mengamankan dan memeriksa TKP.
  • Memintai keterangan saksi, termasuk Basrun dan seorang warga lainnya, Saminah (38).
  • Mengambil dokumentasi kejadian.
  • Menghubungi tim Identifikasi dan Dokes Polres Metro Jakarta Utara.
  • Membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi.
  • Mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang membuang bayi tersebut. Polisi mengimbau warga yang memiliki informasi terkait untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

Berita Terkait

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”
Peresmian Bedah Rumah Baznas-Bazis Jakarta Utara, Wali Kota: Wujud Nyata Kepedulian untuk Hunian Layak Warga
15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:25 WIB

Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:09 WIB

“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terbaru