VRITIMES Memahami Grafik Rainbow Bitcoin: Alat Penting untuk Menentukan Waktu Investasi Terbaik

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grafik Rainbow Bitcoin (BTC) adalah alat analisis yang efektif untuk memantau siklus pergerakan Bitcoin.

Dikembangkan pada tahun 2014, grafik ini menggunakan data historis dari Bitcoin dan memproyeksikannya ke depan menggunakan grafik logaritmik. Dengan demikian, volatilitas harga Bitcoin yang tinggi dalam dekade terakhir dapat dihaluskan, dan pita warna yang berbeda dalam grafik ini memberikan indikasi tentang sentimen pasar. 

Grafik Rainbow Bitcoin adalah alat yang menggunakan pita warna untuk mengindikasikan sentimen pasar terhadap Bitcoin. Grafik ini membantu investor memahami posisi BTC dalam siklus pasar berdasarkan data historis, sehingga memudahkan mereka membuat keputusan tentang kapan harus membeli atau menjual Bitcoin. Grafik ini mengurangi volatilitas harga yang sering dialami Bitcoin, membuat analisis pergerakan harga jangka panjang menjadi lebih sederhana.

Proyeksi Grafik Rainbow Bitcoin untuk Tahun 2024

Image

Jika melihat kembali dua halving terakhir, kita dapat melihat bahwa harga Bitcoin biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mencapai kenaikan signifikan setelah peristiwa halving. 

Baca Juga:  Eratani, UPL Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan Wujudkan Perlindungan Jaminan Sosial untuk 1.000 Petani Binaan Eratani melalui Program Setiani

Pada siklus kali ini, harga BTC naik dengan cepat sebelum halving terjadi dan mencapai titik tertinggi hanya sebulan setelahnya. Meskipun mengalami kenaikan, harga Bitcoin masih berada dalam zona akumulasi, yang merupakan berita baik bagi pemegang saham dan investor jangka panjang.

Pada siklus sebelumnya, puncak siklus terjadi 546 hari setelah halving. Jika pola ini terulang, Bitcoin bisa mencapai puncak siklusnya pada Oktober 2025. Harga Bitcoin diperkirakan bisa berada dalam kisaran $144.000 hingga $184.000, dengan catatan zona “jual, serius, JUAL” tidak tercapai. 

Wawasan dari Metrik On-Chain

Image

AMBCrypto telah mengamati metrik Laba/Rugi Bersih yang Belum Direalisasi (NUPL), yang menunjukkan jumlah total untung/rugi pada semua koin dalam bentuk rasio. Nilai NUPL di atas 0,7 biasanya menandakan puncak pasar. Pada Maret 2024, NUPL mencapai 0,62, menunjukkan kondisi pasar yang overheat dan meningkatkan tekanan jual akibat aksi ambil untung. Namun, tren ini terus menurun sejak saat itu, mengindikasikan penurunan penjualan dan optimisme pasar yang masih kuat.

Baca Juga:  Jawab Kebutuhan Industri Digital, BINUS @Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation

Kesimpulan

Grafik Rainbow Bitcoin adalah alat yang sangat berguna bagi investor untuk memahami siklus pasar Bitcoin. Dengan mengandalkan data historis dan grafik logaritmik, alat ini membantu mengurangi volatilitas dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sentimen pasar. Proyeksi untuk tahun 2024 menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam zona akumulasi, yang merupakan kabar baik bagi investor jangka panjang. Metrik on-chain juga menunjukkan tekanan jual yang berkurang, menandakan pasar yang masih optimis. Dengan demikian, grafik Rainbow Bitcoin bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi investor yang ingin membuat keputusan lebih cerdas dan mengoptimalkan investasi mereka dalam Bitcoin.

Berita Terkait

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG
Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan
Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:07 WIB

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:48 WIB

Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC

Rabu, 29 April 2026 - 14:41 WIB

IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia

Selasa, 14 April 2026 - 12:28 WIB

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid

Selasa, 14 April 2026 - 11:16 WIB

Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Berita Terbaru

Pemerintahan

MENGOYAK LUKA DI BALIK TEMBOK PESANTREN

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:34 WIB