Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTSoroti Ajang Pencarian Bakat Dinilai Adu Modal, Madas Nusantara Muda Sambangi KPIKomentar: 0

Soroti Ajang Pencarian Bakat Dinilai Adu Modal, Madas Nusantara Muda Sambangi KPI

Teropong Rakyat, 18 Desember 2025, 19:16 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta — Teropongrakyat.co — Organisasi kepemudaan Madas Nusantara Muda (MADASNU MUDA) menyambangi kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jalan Ir. H. Juanda No. 36, Jakarta, guna menyampaikan laporan dan keprihatinan atas mekanisme penilaian salah satu program pencarian bakat di televisi swasta nasional.
(18/12/25)

Dalam kunjungan tersebut, MADASNU MUDA secara khusus menyoroti program D’Academy 7 (DA7) salah satu tv swasta, yang dinilai telah bergeser dari esensi ajang pencarian bakat. Penentuan peserta lolos hingga juara disebut terlalu didominasi oleh sistem virtual gift, bukan murni berdasarkan kualitas bakat.

Ketua Umum Madas Nusantara Muda, Abdul Kholiq, mengatakan laporan tersebut telah diterima dengan baik oleh KPI dan akan dianalisis untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Dua Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan di Cilincing, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

“Alhamdulillah, laporan kami diterima dengan baik dan akan dianalisis lebih lanjut oleh KPI,” ujar Abdul Kholiq kepada wartawan.

Ia menegaskan, laporan tersebut bukan ditujukan untuk membela atau menjatuhkan peserta tertentu, maupun terkait suku, darah, atau golongan apa pun. MADASNU MUDA, kata dia, hadir sebagai representasi keresahan masyarakat umum.

“Kami melaporkan ini karena merasa ada ketidakadilan dalam ajang pencarian bakat. Bayangkan jika pemenang dinilai dari virtual gift, bukan dari bakat. Artinya yang punya modal dan uang lebih besar yang berpeluang menang. Ini jelas mencederai rasa keadilan dalam kompetisi,” tegasnya.

Menurut Abdul Kholiq, ajang pencarian bakat seharusnya mengedepankan penilaian profesional juri berdasarkan kemampuan peserta, bukan kekuatan finansial pendukung.

Baca Juga:  Anis Dikhianati Nasdem, Warga Lhokseumawe Ungkap Kekecewaan Lewat Spanduk

Dalam pernyataan sikapnya, MADASNU MUDA menyampaikan keprihatinan serius terhadap pola penilaian DA7 yang dinilai berpotensi menggeser orientasi publik, khususnya generasi muda, dari prestasi dan bakat menjadi dominasi modal.

“Kami tidak menolak inovasi digital, tetapi kami menolak ketidakadilan yang dibungkus inovasi. Penyiaran publik harus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab sosial,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

MADASNU MUDA mendesak untuk mengembalikan peran utama penilaian juri profesional, serta membuka secara transparan mekanisme penilaian kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi bahwa ajang pencarian bakat telah berubah menjadi ajang adu modal.

(Red)

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain