Soroti Ajang Pencarian Bakat Dinilai Adu Modal, Madas Nusantara Muda Sambangi KPI

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Teropongrakyat.co — Organisasi kepemudaan Madas Nusantara Muda (MADASNU MUDA) menyambangi kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Jalan Ir. H. Juanda No. 36, Jakarta, guna menyampaikan laporan dan keprihatinan atas mekanisme penilaian salah satu program pencarian bakat di televisi swasta nasional.
(18/12/25)

Dalam kunjungan tersebut, MADASNU MUDA secara khusus menyoroti program D’Academy 7 (DA7) salah satu tv swasta, yang dinilai telah bergeser dari esensi ajang pencarian bakat. Penentuan peserta lolos hingga juara disebut terlalu didominasi oleh sistem virtual gift, bukan murni berdasarkan kualitas bakat.

Ketua Umum Madas Nusantara Muda, Abdul Kholiq, mengatakan laporan tersebut telah diterima dengan baik oleh KPI dan akan dianalisis untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Polda Lampung Ungkap Kasus Pemerasan yang Melibatkan Oknum LSM dan Wartawan

“Alhamdulillah, laporan kami diterima dengan baik dan akan dianalisis lebih lanjut oleh KPI,” ujar Abdul Kholiq kepada wartawan.

Ia menegaskan, laporan tersebut bukan ditujukan untuk membela atau menjatuhkan peserta tertentu, maupun terkait suku, darah, atau golongan apa pun. MADASNU MUDA, kata dia, hadir sebagai representasi keresahan masyarakat umum.

“Kami melaporkan ini karena merasa ada ketidakadilan dalam ajang pencarian bakat. Bayangkan jika pemenang dinilai dari virtual gift, bukan dari bakat. Artinya yang punya modal dan uang lebih besar yang berpeluang menang. Ini jelas mencederai rasa keadilan dalam kompetisi,” tegasnya.

Menurut Abdul Kholiq, ajang pencarian bakat seharusnya mengedepankan penilaian profesional juri berdasarkan kemampuan peserta, bukan kekuatan finansial pendukung.

Baca Juga:  Warga Depok Desak Kapolres Tertibkan Debt Collector yang Meresahkan

Dalam pernyataan sikapnya, MADASNU MUDA menyampaikan keprihatinan serius terhadap pola penilaian DA7 yang dinilai berpotensi menggeser orientasi publik, khususnya generasi muda, dari prestasi dan bakat menjadi dominasi modal.

“Kami tidak menolak inovasi digital, tetapi kami menolak ketidakadilan yang dibungkus inovasi. Penyiaran publik harus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan tanggung jawab sosial,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

MADASNU MUDA mendesak untuk mengembalikan peran utama penilaian juri profesional, serta membuka secara transparan mekanisme penilaian kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi bahwa ajang pencarian bakat telah berubah menjadi ajang adu modal.

(Red)

Berita Terkait

Truk Kontainer Makin Padat di Jam Pulang Sekolah, Anak-anak Marunda Dipaksa Berbagi Jalan dengan Kendaraan Berat
Gunungan Sampah 60 Ribu Ton di Nagrak Disorot DPRD DKI, Tingginya Capai 15 Meter
Uji Coba DOUBLE TRACK CICURUG–PALEDANG Dilaksanakan, Menggunakan Lokomotip CC 300 
Lerai Keributan di Andrews Party N Mart, Farel Mengaku Dihajar hingga Pingsan
Kasus Dugaan Perselingkuhan W dan O Kembali Disorot, Teman Lama Minta Proses Hukum Segera Dituntaskan
Festival Kalibaru 2026 Semarak, 400 Perahu Nelayan Meriahkan Parade Pesisir Jakarta Utara
Viral! Diduga Persiapkan Senjata Tajam di Dalam Andrew Party Mart Sunter, Polisi Diminta Bertindak
Kebakaran Lahan Kosong di Cilincing, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 20:13 WIB

Truk Kontainer Makin Padat di Jam Pulang Sekolah, Anak-anak Marunda Dipaksa Berbagi Jalan dengan Kendaraan Berat

Selasa, 1 September 2026 - 18:15 WIB

Gunungan Sampah 60 Ribu Ton di Nagrak Disorot DPRD DKI, Tingginya Capai 15 Meter

Selasa, 1 September 2026 - 05:48 WIB

Uji Coba DOUBLE TRACK CICURUG–PALEDANG Dilaksanakan, Menggunakan Lokomotip CC 300 

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Lerai Keributan di Andrews Party N Mart, Farel Mengaku Dihajar hingga Pingsan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kasus Dugaan Perselingkuhan W dan O Kembali Disorot, Teman Lama Minta Proses Hukum Segera Dituntaskan

Berita Terbaru