POLSEK Bogor Timur Diduga Langgar Peraturan KAPOLRI: BERIKAN RUANG MEDIASI UNTUK DEPT COLLECTOR

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: Istimewa – Polsek Bogor Timur diduga menyimpang dari ketentuan Kapolri dengan memberikan ruang mediasi kepada debt collector, memicu pertanyaan publik soal penegakan aturan dan perlindungan masyarakat.

Bogor, teropongrakyat.co – Sebuah dugaan pelanggaran Peraturan Kapolri (Perkap) mencuat setelah Polsek Bogor Timur di wilayah Bogor diduga memfasilitasi /memberikan ruang kepada dept collector yang terkesan menekan nasabah, yang berpotensi menyalahi prosedur penanganan sengketa utang piutang. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai independensi kepolisian dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan lembaga keuangan dan nasabah. Kamis 16/04/2026.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, mediasi yang berisi tekanan terhadap nasabah tersebut dilakukan di lingkungan Polsek Bogor Timur. Dalam mediasi tersebut, pihak dept collector dari sebuah perusahaan pembiayaan bertemu langsung dengan nasabah yang menunggak pembayaran.

Kehadiran pihak kepolisian dalam mediasi ini menuai kritik dari beberapa pihak, termasuk praktisi hukum dan organisasi perlindungan konsumen.

Baca Juga:  Perkuat Sinergitas, BRI Jakarta Daan Mogot dan Bank Raya Gelar Sosialisasi Pinang Flexi 2025 X BRI Get Member

Perkap Nomor 8 Tahun 2011 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana secara jelas mengatur bahwa kepolisian memiliki kewenangan dalam penegakan hukum, bukan sebagai mediator dalam sengketa perdata antara pihak-pihak swasta, kecuali dalam kasus-kasus tertentu yang memiliki unsur pidana.

Dalam kasus sengketa utang piutang murni, penyelesaian seharusnya dilakukan melalui jalur hukum perdata, seperti gugatan perdata di pengadilan atau melalui lembaga arbitrase yang sah.

Irwan S.H, seorang pakar hukum pidana, menyatakan keprihatinannya. “Jika benar Polsek memfasilitasi ruang untuk para dept colector dengan dalih mediasi tetapi ada unsur penekanan terhadap nasabah, ini adalah preseden buruk. Polisi seharusnya bertindak tegas membrantas para dept collector yang meresahkan masyarakat. sebagai penegak hukum yang netral, bukan sebagai ‘wasit’ dalam urusan perdata. Ini bisa menimbulkan kesan jelek dan terkesan menyepelekan perintah Kapolri bahwa polisi malah memberikan ruang kepada dept collector terutama,” ujarnya.

Baca Juga:  Komitmen Humanis BRI BO BSD untuk Kaum Disabilitas, Wujudkan Layanan Perbankan yang Inklusif dan Unggul

Senada dengan itu, Iwan Boring selaku Ketua Forum Wartawan Bogor Bersatu menyoroti potensi tekanan yang mungkin dialami nasabah.

“Ketika mediasi dilakukan di kantor polisi, nasabah bisa merasa terintimidasi dan terpojok. Ini jauh dari prinsip keadilan dan kesetaraan dalam bernegosiasi. Seharusnya, jika ada dugaan tindak pidana oleh dept collector, polisi harus turun tangan untuk melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Bogor Timur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran Perkap ini. Upaya konfirmasi telah dilakukan namun belum membuahkan hasil.

Masyarakat berharap ada penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Kasus ini menjadi penting untuk disorot agar tidak menjadi praktik yang berulang di masa mendatang, serta menegaskan kembali peran dan batas kewenangan kepolisian sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda
Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan
Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri
Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS
Sengketa Lahan di Kelapa Gading Memanas, Ahli Waris Soroti Kejanggalan Klaim Pembelian
Misteri “Cobra Lily”: Tanaman Karnivora yang Mirip Ular Berbisik  
Istri Musisi Lokal Aryo Kempes Diduga Pinjam Nama Orang Untuk Pinjol, Demi Modus Penipuan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

POLSEK Bogor Timur Diduga Langgar Peraturan KAPOLRI: BERIKAN RUANG MEDIASI UNTUK DEPT COLLECTOR

Kamis, 16 April 2026 - 17:38 WIB

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Rabu, 15 April 2026 - 15:55 WIB

Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri

Rabu, 15 April 2026 - 10:18 WIB

Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS

Berita Terbaru

Seputar Desa

Audensi Buruh Di DPRD Riau Diwarnai Duka, FSPMI Tekan 6 Tuntutan

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:03 WIB

Breaking News

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:38 WIB