Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPemerintah Harus Tegas: Stop Judi Online dan Pinjaman Online yang MencekikKomentar: 0

Pemerintah Harus Tegas: Stop Judi Online dan Pinjaman Online yang Mencekik

Teropong Rakyat, 9 Juli 2024, 13:06 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta – Teropongrakyat.co – Senin, 8 Juli 2024 di Media Center PGI, Salemba Raya, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia mengungkapkan berbagai aspek berbahaya dari judi online dan pinjaman online. Pembicara utama, Romo Antonius Benny Susetyo, Staff Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Pdm. Rosiana Purnomo, Kepala Biro Pemuda dan Remaja PGI, mengajak pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius dalam menangani isu ini.

Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Harsanto Adi, moderator Johan Sopaheluwakan, Sekretaris Pengurus Daerah Pewarna DKI Jakarta, dan koordinator acara Elly Wati Simatupang, serta anggota-anggota PEWARNA Indonesia dari berbagai media. Ketua Umum PEWARNA Indonesia juga turut hadir dan memberikan dukungan untuk acara diskusi ini.

Benny Susetyo menegaskan pentingnya rasa keadilan dalam pinjaman online. “Bunga yang mencekik hanya memperparah kondisi ekonomi masyarakat. Penting untuk ada regulasi yang melindungi konsumen dari jeratan bunga yang berlipat ganda,” ujarnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa pinjaman online seringkali membuat masyarakat terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dilepaskan.

Baca Juga:  PN Batam Bubarkan PT TBS, Kejari Batam Pertegas Peran Jaksa Pengacara Negara

Judi online menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Rosiana menekankan dampak psikologis dari judi online, yang tidak hanya merusak keuangan, tetapi juga mental dan sosial. “Banyak yang terjebak dalam judi online, berharap untuk menang besar, tetapi malah berakhir dengan depresi dan bahkan bunuh diri,” ungkap Rosiana. Data menunjukkan ada empat kasus bunuh diri akibat judi online, yang menjadi alarm bagi kita semua.

Romo Benny Susetyo menambahkan bahwa budaya instan yang tercermin dalam penggunaan teknologi digital tanpa literasi yang memadai membuat masyarakat terjajah oleh teknologi itu sendiri. “Tidak ada edukasi literasi digital yang kuat, sehingga masyarakat kita mudah terjerumus dalam praktik-praktik seperti judi online. Pemerintah dan lembaga pendidikan harus berperan aktif dalam membangun literasi ini,” tegas Benny.

“Negara harus membangun proteksi dengan memblokir semua akses ke judi online. Regulasi yang tegas dan komprehensif harus segera diterapkan untuk melindungi warga dari dampak negatif judi online,” tambah Benny. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, termasuk penanaman nilai-nilai etika dan moral dalam kurikulum pendidikan sejak dini.

Baca Juga:  DPP RHIR ADAKAN SEMINAR JURNALIS PARALEGAL, DIIKUTI OLEH RATUSAN PESERTA DARI BERBAGAI DAERAH

Selain peran pemerintah, keluarga dan lembaga keagamaan, seperti gereja, juga harus ikut serta dalam mengatasi masalah ini. “Pendidikan dalam keluarga harus diperkuat untuk menghilangkan ilusi kemenangan dari judi. Judi hanya menawarkan ilusi, tetapi kenyataannya sangat merugikan,” kata Benny dengan tegas.

Acara ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk lebih serius menangani masalah judi online dan pinjaman online. Hanya dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan keluarga, kita bisa melindungi generasi muda dari bahaya yang mengintai.

Diperlukan tindakan nyata untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk judi online dan pinjaman online. Jangan biarkan teknologi menjadi alat penindasan baru. Pemerintah, segera ambil langkah konkret sekarang juga!

(Jody sopamena)

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain