Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTJalur Penghubung Bekasi – Bogor Jadi Titik Sasaran Peredaran Obat Keras Terbatas, Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Bogor Diminta Ambil Tindakan TegasKomentar: 0
Obat golongan g

Jalur Penghubung Bekasi – Bogor Jadi Titik Sasaran Peredaran Obat Keras Terbatas, Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Bogor Diminta Ambil Tindakan Tegas

Teropong Rakyat, 6 Oktober 2025, 08:02 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
ScreenshotFoto: Dokumentasi

Bekasi, TeropongRakyat.co – Carut Marut Peredaran Obat Keras Terbatas di perbatasan antara Bekasi dan Bogor terkesan sangat terang-terangan. BPOM RI dan Dinkes Kota Bekasi dan Bogor Diminta dapat Bertindak Tegas. Hal tersebut sudah disalahgunakan karena dikonsumsi berlebih oleh kalangan remaja.

Dari hasil penelusuran di lapangan menunjukkan praktik ilegal ini berlangsung terang-terangan. Obat-obatan yang semestinya ditebus dengan resep dokter justru diperjualbelikan bebas dengan harga murah di Toko Sembako yang bernama “TOKO BERKAH JAYA” berbagai macam jenis obat di perjual belikan di toko tersebut, mulai dari Tramadol, Hexymer, Trihexphenidyl, Alprazolam, Calmlet hingga Riklona.

Baca Juga:  Pesan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago: Pegang Teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI

Jalur Penghubung Bekasi - Bogor Jadi Titik Sasaran Peredaran Obat Keras Terbatas, Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Bogor Diminta Ambil Tindakan Tegas - Teropong Rakyat

Kondisi ini tentunya menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum.

“Seharusnya ada tindakan tegas, karena ini menyangkut keselamatan generasi muda. Tapi faktanya, toko-toko itu tetap buka,” ungkap seorang warga Jalan Raya Bojong Kulur, Kec. Gunung Putri yang enggan disebutkan namanya, Minggu (05/10/2025).

Fenomena ini memperlihatkan lemahnya kontrol aparat terkait, meski regulasi jelas melarang peredaran obat keras tanpa izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lebih ironis lagi, seorang pedagang yang mengaku bernama Iyan ini bisa tetap berjualan di Jl. Raya Bojong Kulur, Gunung Putri ini lantaran adanya “setoran” rutin kepada oknum tertentu agar aktivitas mereka tidak diganggu.

Baca Juga:  Forkopimcam Bantur Gelar Apel Siaga, Pengesahan Warga Baru PSHT Berjalan Aman dan Kondusif

Praktik ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap kesehatan publik. Penyalahgunaan obat keras terbatas dapat menyebabkan ketergantungan, merusak organ tubuh, bahkan membuka jalan menuju penggunaan Narkotika.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Kab Bogor masih belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya praktik ilegal tersebut. Publik mendesak aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata: menutup kios-kios nakal, menindak pelaku, serta mengusut oknum yang diduga membekingi peredaran obat keras terbatas di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Baca tentangObat golongan g
Lihat Hukum Selengkapnya→
Artikel Terkait Hukum
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain