Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDinilai Tamak, H Fathani Boyong Jabatan Komisaris Perusahaan Daerah Aceh UtaraKomentar: 0

Dinilai Tamak, H Fathani Boyong Jabatan Komisaris Perusahaan Daerah Aceh Utara

Teropong Rakyat, 19 November 2024, 18:26 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Lhokseumawe, Teropongrakyat.co | Siapa yang tak kenal sosok H Fathani, Pengusaha kelahiran Samalanga Kabupaten Bireun itu memiliki semangat dan moncer dalam dunia usaha.

Tak cukup menjadi seorang pengusaha, H Fathani resmi mendaftar sebagai calon walikota dan wakil walikota Lhokseumawe di pilkada 2024.

Walaupun berpasangan dengan Eks Narapidana Korupsi H Zarkasyi, keduanya tampak serasi demi menjemput impian menjadi orang nomor 1 dan 2 di Kota Lhokseumawe.

Disamping itu, ternyata H Fathani juga menjabat sebagai Komisaris di PT Bina Usaha Aceh Utara, Hal tersebut dibenarkan oleh T Asmoni Alwi selaku Direktur Utama.

Baca Juga:  Pokja PWI Walikota Jakarta Utara Salurkan THR untuk Anggota

“Benar Pak Fatani adalah Komisaris independen pada perusahaan daerah Aceh Utara” sebut Asmoni (15/11/2024).

Menanggapi Hal tersebut, Syahrul Umara, selaku Aktivis Gen Z Kota Lhokseumawe sangat menyayangkan hal tersebut.

“Saya melihat Pak Fatani ini kebanyakan bermain silang, dia sebagai calon walikota Lhokseumawe tetapi masih bermain di struktural perusahaan milik Aceh Utara, Bagaimana dia ingin fokus menolong dan membantu masyarakat kalau dia saja masih sibuk dengan jabatan strategis di perusahaan diluar Kota Lhokseumawe” ucap Syahrul.

Baca Juga:  Se-Abad Chairil Anwar

Syahrul juga menilai hal ini mencederai masyarakat Aceh Utara, dimana Perusahaan sekelas PT Bina Usaha yang notabene nya milik Kabupaten Aceh Utara, komisarisnya dijabat oleh orang bukan asli dari Aceh Utara.

“Saya Menilai ada sifat ketamakan dan keegoisan, dan pertanyaan yang sangat mendasar apakah tidak ada putra asli Aceh Utara yang mampu mengemban amanah sebagai komisaris, sehingga jabatan tersebut diboyong dan di kendalikan oleh orang diluar kabupaten Aceh Utara” tutup Syahrul.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain