Dinas Pendidikan Blitar Harap Kasus Bullying di Sanankulon Dicabut

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Teropongrakyat.co | Jawa Timur – Di lansir dari laman Patrianews, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar berharap korban perundungan (bullying) di Kecamatan Sanankulon mencabut laporan polisi yang telah dibuatnya.  Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, menyusul penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan.

Kasus perundungan yang menimpa AW, seorang pelajar perempuan asal Kecamatan Srengat, terjadi pada akhir Februari lalu.  Menurut Adi Andaka, setelah dilakukan pendalaman, kasus tersebut telah diselesaikan secara damai oleh pihak-pihak terkait.

“Berdasarkan hasil pendalaman kami, kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan.  Kami berharap korban dapat mencabut laporannya ke polisi,” ujar Adi Andaka dalam keterangan persnya

Meskipun kasus telah diselesaikan secara kekeluargaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tetap berkomitmen untuk mencegah terjadinya kasus perundungan serupa di masa mendatang.

Pihaknya akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya bullying di sekolah-sekolah.  Selain itu,  Dinas Pendidikan juga akan memperkuat pengawasan dan memberikan pelatihan kepada guru dan staf sekolah dalam menangani kasus perundungan.

Baca Juga:  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Minta Maaf ke Penjual Es Jadul (Hunkue)

Ag, ibu Pelaku perundungan menyesalkan apa yang sudah dilakukan putri dan teman-temannya, Berharap kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, Mengingat anak-anak ini masih di bawah umur.

“Kami berharap permasalahan ini bisa di selesaikan dengan kekeluargaan, kami sudah menemui keluarganya untuk meminta maaf. Semoga keluarganya mengerti dan mau memaafkan putri kami.” Ucap Ag

Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait harapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar ini.  Namun,  proses hukum terkait kasus perundungan ini masih terus berlanjut.  AW dan keluarganya masih belum memberikan tanggapan terkait harapan pencabutan laporan tersebut.

Terpisah, Pakar Pidana dan Perlindungan anak, Kamper menjelaskan. “Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak dibawah umur memiliki hak dan perlindungan khusus dalam hukum, karena mereka dianggap belum memiliki kemampuan dan tanggung jawab penuh atas perbuatannya”. Ucap kamper kepada teropongrakyat.co, Jum’at 14/3/2025.

Baca Juga:  International Day for Women in Maritime 2025, Kemenhub: Komitmen Dukung Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Dunia Maritim

Anak dibawah umur yang melakukan tindak pidana tidak disebut sebagai tersangka atau terdakwa, melainkan sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Anak yang berhadapan dengan hukum tidak dituntut dengan pidana penjara, melainkan dengan pidana khusus berupa diversi, pembinaan, atau rehabilitasi.

Diversi adalah penyelesaian perkara anak di luar pengadilan dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.

Pembinaan adalah upaya untuk memberikan bimbingan, pengawasan, dan bantuan kepada anak agar tidak mengulangi perbuatannya.

Rehabilitasi adalah upaya untuk memulihkan kondisi fisik, mental, sosial, dan ekonomi anak yang terpengaruh oleh penyalahgunaan narkotika, psikotropika, atau zat adiktif lainnya.

“Semoga permasalahan ini dapat segera di selesaikan dengan baik. Dan saya berharap sepenuhnya kepada instansi terkait agar bisa memberikan solusi terkait kasus yang melibatkan anak di bawah umur, mengingat usia mereka masih harus duduk di bangku sekolahan.” Tutup kamper

Berita Terkait

Investigasi Dugaan Pertalite Tak Sesuai Peruntukan di SPBN Cikahuripan Berujung Intimidasi
Pengamanan Laga Indonesia Vs Bangladesh, Kapolsek Kemayoran Pimpin 116 Personel di Plaza Tenggara GBK
Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei
Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari
Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta
9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia
Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan
Eksekusi Tanah Pacuan Kuda 449 M², PN Jaktim Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Investigasi Dugaan Pertalite Tak Sesuai Peruntukan di SPBN Cikahuripan Berujung Intimidasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Pengamanan Laga Indonesia Vs Bangladesh, Kapolsek Kemayoran Pimpin 116 Personel di Plaza Tenggara GBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari

Rabu, 30 September 2026 - 22:47 WIB

Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta

Berita Terbaru

Ekonomi

Dolar AS Turun, Rupiah Menguat 0,47 Persen ke Rp17.882

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:33 WIB