SURABAYA, teropongrakyat.co – UPN “Veteran” Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang profesional, adaptif, dan berdampak melalui keikutsertaan dosen CPNS dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 18–23 Mei 2026 di Hotel Halogen tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter ASN sekaligus penguatan kapasitas dosen sebagai aparatur negara di lingkungan pendidikan tinggi.
Latsar CPNS 2026 diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Rindam V/Brawijaya. Kegiatan ini diikuti 198 peserta yang terdiri dari Golongan III Angkatan 44, 45, dan 46 serta Golongan II Angkatan 37 dan 38. Peserta dari UPN “Veteran” Jawa Timur tergabung dalam Golongan III Angkatan 44.
Sebagai instansi pengirim, UPN “Veteran” Jawa Timur memandang Latsar CPNS bukan sekadar agenda formal birokrasi, tetapi juga investasi strategis dalam pengembangan human capital aparatur akademik. Dalam teori Human Capital yang dikembangkan Gary Becker pada 1993, organisasi yang berinvestasi pada pengembangan kompetensi pegawai akan memiliki daya saing dan produktivitas yang lebih kuat.
Dalam konteks perguruan tinggi, dosen ASN dinilai sebagai aset strategis yang menentukan kualitas pembelajaran, riset, pengabdian masyarakat, hingga tata kelola institusi. Hal ini juga sejalan dengan pendekatan Strategic Human Resource Management yang dikembangkan Brian Becker dan Mark Huselid, yang menekankan pentingnya SDM yang kompeten, adaptif, kolaboratif, dan memiliki keterikatan organisasi.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam Core Values ASN BerAKHLAK yang menjadi fondasi budaya kerja ASN Indonesia, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Bagi perguruan tinggi, nilai BerAKHLAK memiliki relevansi kuat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selain unggul dalam pengajaran, dosen ASN juga dituntut menghadirkan riset yang solutif, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta pelayanan akademik yang profesional dan humanis.
Penguatan kapasitas ASN dosen melalui Latsar juga dinilai sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang didorong oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui konsep “Kampus Berdampak”. Perguruan tinggi kini tidak hanya dinilai dari capaian administratif dan akademik internal, tetapi juga kontribusinya dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi, teknologi, dan pembangunan masyarakat.
Keikutsertaan dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam Latsar CPNS turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta penguatan institusi yang inklusif dan efektif.
Selama mengikuti Latsar, peserta memperoleh pembelajaran mengenai nilai dasar ASN, wawasan kebangsaan, etika birokrasi, kedisiplinan, hingga aktualisasi di unit kerja masing-masing. Kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa Timur dan Rindam V/Brawijaya juga menghadirkan pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan intelektual dengan pembinaan mentalitas kebangsaan dan kepemimpinan.
Salah satu peserta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, Dyajeng Puteri Woro Subagio, berhasil meraih predikat Peserta Terbaik 1 Angkatan 44.
“Latsar menjadi pengalaman yang sangat berguna untuk memupuk jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan berkolaborasi. Kami juga bisa mengenal banyak rekan baru dari berbagai kampus maupun instansi pemerintah daerah sehingga memperluas perspektif dan jejaring profesional,” ujarnya.
Ia juga berharap perhatian terhadap kesejahteraan dosen ASN dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme aparatur pendidikan tinggi.
“Profesionalisme ASN tentu perlu didukung oleh kesejahteraan yang baik. Harapannya, kesejahteraan dosen juga terus diperhatikan agar kualitas pelayanan, pengabdian, dan kontribusi terhadap pendidikan tinggi semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Dr. M. Tahajjudi Ghifary, menilai Latsar CPNS memberikan banyak pengalaman positif dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan pemahaman mengenai nilai dasar ASN. Namun, ia berharap konsep Latsar ke depan dapat lebih disesuaikan dengan latar belakang profesi peserta, khususnya bagi ASN dari lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, dosen memiliki karakteristik tugas yang berbeda dibanding ASN di pemerintahan daerah karena berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh sebab itu, materi terkait birokrasi pendidikan tinggi dan tata kelola pelaksanaan Tri Dharma dinilai penting untuk diperkuat dalam kurikulum Latsar.
“Materi Latsar sejauh ini sangat baik untuk membangun karakter ASN dan semangat kolaborasi. Namun ke depan, saya berharap ada penguatan materi yang lebih kontekstual sesuai profesi peserta, khususnya bagi dosen. Misalnya terkait birokrasi pendidikan tinggi, tata kelola Tri Dharma, pengelolaan riset, pengabdian masyarakat, hingga sistem akademik perguruan tinggi agar materi yang diberikan lebih relevan dan aplikatif,” ungkapnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan teori Competency-Based Human Resource Management yang dikembangkan Lyle Spencer dan Signe Spencer pada 1993, yang menekankan pentingnya pengembangan kompetensi berbasis karakteristik pekerjaan dan kebutuhan organisasi.
Melalui partisipasi dalam Latsar CPNS 2026, UPN “Veteran” Jawa Timur berharap dosen ASN yang baru bergabung mampu menjadi aparatur akademik yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat bela negara yang menjadi identitas kampus, penguatan karakter ASN melalui Latsar diharapkan menjadi fondasi lahirnya dosen-dosen yang mampu mengintegrasikan nilai BerAKHLAK, profesionalisme akademik, dan orientasi pelayanan publik dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi Indonesia.
Muhammad Tahajjudi Ghifary



























































