Video Ancaman terhadap Wartawan Viral, Alex Purnama Tempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, teropongrakyat.co — Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan sosok pria yang dikenal dengan sebutan “Bang Jago”. Dalam video tersebut, Bang Jago diduga melontarkan pernyataan bernada ancaman terhadap profesi wartawan di tengah memanasnya persoalan dugaan bisnis ilegal pil koplo di wilayah Tangerang.

Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis. Sejumlah pihak menilai pernyataan bernada intimidatif terhadap insan pers tidak dapat dibenarkan, terlebih di negara yang menjamin kebebasan pers melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kemarahan diduga dipicu oleh persoalan penculikan terhadap anak buah seorang bos penjual pil koplo oleh oknum yang mengaku aparat dan media. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi ketegangan yang menyeret profesi wartawan.

Di tengah polemik itu, muncul dugaan bahwa bos peredaran pil koplo menggunakan jasa centeng atau preman bayaran untuk mengamankan bisnisnya. Narasi tersebut semakin liar setelah video ancaman terhadap wartawan beredar luas di media sosial.

Baca Juga:  Jenazah Vendi yang Tenggelam di Kali Sunter Ditemukan Tim SAR Gabungan

Tak terima profesi jurnalis mendapat ancaman, wartawan Alex Purnama memilih menempuh jalur hukum. Ia resmi melayangkan laporan pengaduan ke Satreskrim Polresta Tangerang dengan nomor 333/V/YAN 2.4.1/2026/SATRESKRIM pada Minggu (17/5/2026).

Alex menegaskan bahwa ancaman terhadap wartawan tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kerja jurnalistik dilindungi undang-undang dan tidak seharusnya dibungkam dengan intimidasi maupun tekanan kelompok tertentu.

“Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan atau persoalan lain, ada mekanisme hukum dan hak jawab. Bukan dengan ancaman terhadap profesi wartawan,” ujar Alex.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan premanisme yang diduga membekingi bisnis ilegal di sejumlah wilayah. Praktik penggunaan kelompok tertentu untuk melakukan tekanan dinilai menjadi ancaman serius terhadap penegakan hukum dan kebebasan pers.

Baca Juga:  PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong, Calon Pengganti Diumumkan 12 Januari 2025

Selain itu, munculnya oknum yang mengaku aparat maupun media dalam konflik tersebut juga menjadi sorotan. Penggunaan identitas institusi untuk melakukan tindakan di luar hukum dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum maupun insan pers.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Bang Jagk terkait video yang beredar maupun tudingan yang berkembang di masyarakat. Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan yang telah masuk guna mencegah eskalasi konflik dan memastikan perlindungan terhadap kerja jurnalistik.

Kalangan organisasi pers pun mendesak agar aparat bertindak tegas terhadap segala bentuk intimidasi kepada wartawan. Sebab, ancaman terhadap jurnalis bukan hanya menyasar individu, melainkan juga menjadi ancaman terhadap kebebasan informasi dan demokrasi.

Berita Terkait

Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Kembali Tertunda, Ahli Waris Pertanyakan Kepastian Hukum
Proyek Turap Kali Cakung Lama Tuai Polemik, Dewan Kota Turun Tangan Atasi Keluhan Warga
DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai
Yohanes Oci: Gestur Jokowi Harus Dipahami dalam Konteks Budaya
PT Cocoman Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Tambang Nikel, Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
Joane Win Pendiri Regina Art, Kecam Keras Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan oleh Taufik Hidayat
Kuasa Hukum Percetakan Mau Print Ajak Masyarakat Menunggu Proses Hukum dan Tidak Terpengaruh Opini Sepihak
Gudang Obat Keras Ilegal Terbongkar, Polisi Sita 916 Karton dan Tangkap Dua Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:35 WIB

Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Kembali Tertunda, Ahli Waris Pertanyakan Kepastian Hukum

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:35 WIB

Proyek Turap Kali Cakung Lama Tuai Polemik, Dewan Kota Turun Tangan Atasi Keluhan Warga

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIB

DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai

Senin, 29 Juni 2026 - 05:28 WIB

Yohanes Oci: Gestur Jokowi Harus Dipahami dalam Konteks Budaya

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:58 WIB

PT Cocoman Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Tambang Nikel, Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

Berita Terbaru