Warga Sriamur Pilih TPST Tetap Beroperasi, Soroti Dampak Jika Ditutup

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropongrakyat.co, KABUPATEN BEKASI – Dukungan terhadap keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, terus menguat dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Fasilitas yang berada di Kampung Turi itu dinilai masih menjadi solusi utama dalam pengelolaan sampah di lingkungan desa.

Aspirasi tersebut mencuat setelah adanya inspeksi mendadak oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi bersama aparat kecamatan dan pemerintah desa, Senin (20/4/2026). Warga yang tinggal di sekitar lokasi menilai TPST memiliki peran krusial untuk mencegah masalah sampah yang lebih luas.

Tokoh masyarakat Sriamur, Nde Daeng, menegaskan bahwa TPST membantu menjaga lingkungan tetap terkendali. Menurutnya, tanpa fasilitas tersebut, potensi pembuangan sampah sembarangan akan meningkat. “Kalau tidak ada TPST, sampah bisa menyebar ke mana-mana dan justru memperparah kondisi lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga:  Habib Bahar bin Smith dan M. Assad Shahab Tak Respon Usai Disomasi Atas Dugaan Tindak Pidana

Meski mendukung, ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan. Tumpukan sampah yang tidak tertata dinilai bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga. Ia juga mendorong adanya penanganan serius terhadap kondisi Kali Bekasi agar tidak semakin tercemar.

Tokoh pemuda setempat, Lalan Wahyufi Sulaeman, turut menyuarakan hal serupa. Ia menilai rencana penutupan TPST bukan solusi yang tepat. “Kalau ditutup, warga pasti bingung dan akhirnya sampah dibuang sembarangan. Ini justru bisa jadi masalah baru,” katanya.

Baca Juga:  Tim Voli Bhayangkara Presisi Juara 3 AVC Men’s Club Championship 2024 di Iran

Ia juga menambahkan bahwa pencemaran Kali Bekasi tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan TPST, melainkan juga berasal dari aktivitas industri dan fasilitas lain di sekitar wilayah tersebut.

Sementara itu, warga Dusun 3, Suri, menilai TPST membuat sistem pembuangan sampah menjadi lebih terarah karena telah terhubung dengan TPA Burangkeng. Ia berharap pemerintah tidak hanya mempertahankan operasional TPST, tetapi juga mengembangkannya.

Selain aspek lingkungan, keberadaan TPST juga memberikan dampak ekonomi dengan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Karena itu, masyarakat berharap TPST Sriamur tetap beroperasi dengan peningkatan fasilitas, armada, serta sistem pengelolaan yang lebih baik ke depan.

Berita Terkait

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum
IIW Indonesia 2026 Hadir Lagi, Jadi Tempat Kumpul Teknologi dan Pelaku Industri Dunia
TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam
Dugaan Intimidasi Warnai Pemeriksaan Karyawan PT Volta Indonesia Semesta di Semarang

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:54 WIB

Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:23 WIB

Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:57 WIB

Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terbaru