Malang | Teropongrakyat.co – Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Malang. Dalam sehari, Rabu (22/7/2026), tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang harus berjibaku memadamkan api di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Pagelaran. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp35 juta.
Kebakaran pertama terjadi di lahan tebu (dadok) seluas sekitar 1,5 hektare di Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan. Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 10.00 WIB setelah seorang warga khawatir kobaran api yang membesar akan merembet ke permukiman.
Regu 1 Damkar Kabupaten Malang, Angga Krisnanto, mengatakan laporan diterima melalui call center pada pukul 10.43 WIB. Tim langsung bergerak tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 11.00 WIB untuk melakukan proses pemadaman.
Api Mengancam Permukiman Warga
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 13.15 WIB. Sebanyak dua unit mobil Damkar dari Pos Kepanjen diterjunkan ke lokasi dengan dukungan dua personel Polsek Gedangan serta seorang warga yang membantu menggunakan truk tangki air sebagai pemasok air.
Lahan tebu milik Bakri dan Slamet tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp25 juta. Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Kedua Diduga Berawal dari Bakar Sampah
Pada sore harinya, sekitar pukul 15.40 WIB, kebakaran kembali terjadi di lahan tebu seluas sekitar 600 meter persegi di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran. Lahan milik Yayasan Miftahul Ulum itu terbakar diduga akibat aktivitas pembakaran sampah di dekat area tebu.
Laporan diterima Damkar pada pukul 15.57 WIB setelah seorang warga bernama Ibu Mia menghubungi call center karena api berada di dekat kawasan permukiman. Tim Damkar Pos Kepanjen segera diberangkatkan pukul 16.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.10 WIB. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan ke Damkar apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar api dapat ditangani sebelum meluas.


























































