Dorong Kesejahteraan Petani, HMTN-MP Perkenalkan Program Terintegrasi di Subang

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, 18 April 2026 — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) berkolaborasi dengan para petani di Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan dan Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi guna menyatukan visi dan misi dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi dan Berkolaboratif. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (18/04/2026) di Kecamatan Blanakan.

Ketua Umum DPP HMTN-MP, didampingi Ketua DPD Kabupaten Subang Asril Naska, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara organisasi dan petani dalam membangun sektor pertanian berbasis kolaborasi.

“Kegiatan hari ini mempertemukan DPP HMTN-MP dengan para petani di Desa Jayamukti, Kecamatan Blanakan dan Ciasem, dengan satu visi dan misi, yakni berkolaborasi membangun masyarakat tani dengan semangat ‘Dari Desa untuk Bangsa’. Ini merupakan kolaborasi antara budaya dan pertanian,” ujar Asril Naska saat diwawancarai awak media.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian.

“Karena kita adalah negara agraris, masyarakat kita adalah masyarakat petani yang kaya akan budaya. Sehingga, pertanian dan budaya tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Ribuan Santri Geruduk Gedung Trans7, Protes Tayangan yang Dinilai Lecehkan Pesantren

Asril Naska yang akrab disapa MR Ariel menjelaskan bahwa program yang disosialisasikan merupakan konsep pemberdayaan terintegrasi yang mencakup sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan dalam satu sistem terpadu.

“Terintegrasi artinya seluruh sektor tersebut berjalan dalam satu konsep pertanian terpadu. Sedangkan kolaboratif berarti melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga unsur masyarakat terkecil,” jelasnya.

Ia berharap program ini mampu mendorong pembinaan masyarakat tani secara menyeluruh guna mewujudkan kesejahteraan petani dan ketahanan negara.

“Kami ingin membangun pertanian terintegrasi sebagai salah satu pilar utama bangsa, sesuai semboyan ‘Petani Sejahtera, Negara Kuat, Bangun Tani, Bangun Desa, Bangun Bangsa’,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembangunan pertanian berbasis budaya, serta budaya yang tumbuh dari kehidupan petani.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat mengungkapkan keluhan para petani, khususnya saat musim kemarau. Mereka mengalami kesulitan air meskipun jalur irigasi telah tersedia.

Baca Juga:  Dugaan Prostitusi Online Berbasis Aplikasi Muncul di Apartemen Gading Nias Jakarta Utara

“Pada musim kemarau, petani di Kecamatan Blanakan kesulitan mendapatkan air, padahal saluran irigasi sudah ada. Namun, air tidak mengalir ke lahan pertanian sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat Kecamatan Blanakan menyambut baik program yang diinisiasi DPP HMTN-MP. Menurutnya, program tersebut menjadi harapan baru bagi para petani di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kami bersama para petani merespons sangat baik program ini. Ini merupakan terobosan yang sangat dibutuhkan bagi petani di Kecamatan Blanakan, khususnya di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan akan ada langkah konkret melalui konsolidasi dan pertemuan lanjutan bersama DPP guna merealisasikan program tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada HMTN-MP serta PT Abirawa Nusantara yang telah mempelopori pupuk ramah lingkungan yang sangat bermanfaat bagi petani,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Desa Jayamukti juga berharap adanya sinergi berkelanjutan antara organisasi, komunitas, dan pemerintah dalam berbagai sektor, tidak hanya pertanian.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam berbagai bidang demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Penulis: Afril

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:54 WIB

Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU

Berita Terbaru

Nasional

Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Minggu, 7 Jun 2026 - 10:08 WIB