Penertiban PKL di Jalan Dr. Semeru Bogor Barat Tuai Pro dan Kontra Warga

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: bekas penertiban pedagang kaki lima (Donie)

Bogor — Aparat Kecamatan Bogor Barat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Dr. Semeru, Kelurahan Menteng, Kota Bogor rabu 1 April 2026

Kegiatan ini turut didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat guna memastikan proses berjalan aman dan kondusif.

Penertiban dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan yang selama ini kerap dipadati lapak pedagang. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  315 Petugas KPPS Kelurahan Koja Siap Bertugas

Sejumlah warga menyambut baik penertiban tersebut. Mereka menilai kondisi jalan menjadi lebih tertib dan nyaman, terutama bagi pejalan kaki.

“Sekarang jadi lebih rapi, trotoar bisa dipakai lagi. Biasanya pejalan kaki sampai turun ke jalan karena tertutup lapak,” ujar salah satu warga.

Namun, tidak sedikit pula warga yang menyampaikan kekhawatiran terkait nasib para pedagang setelah penertiban dilakukan. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan solusi.

“Setuju ditertibkan, tapi harus ada relokasi yang jelas. PKL juga cari nafkah, jangan sampai kehilangan penghasilan begitu saja,” kata warga lainnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Senam Sehat Pengurus RT/RW 08 Dengan RW 09 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat

Pihak Kecamatan Bogor Barat menyebutkan bahwa penertiban ini telah melalui proses sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang sebelumnya. Langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Ke depan, penataan kawasan Jalan Dr. Semeru diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga mampu mengakomodasi kepentingan para pedagang melalui solusi yang lebih berkelanjutan

T donie

Berita Terkait

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:31 WIB

Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:22 WIB

SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Berita Terbaru