Penertiban PKL di Jalan Dr. Semeru Bogor Barat Tuai Pro dan Kontra Warga

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: bekas penertiban pedagang kaki lima (Donie)

Bogor — Aparat Kecamatan Bogor Barat melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Dr. Semeru, Kelurahan Menteng, Kota Bogor rabu 1 April 2026

Kegiatan ini turut didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat guna memastikan proses berjalan aman dan kondusif.

Penertiban dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan yang selama ini kerap dipadati lapak pedagang. Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Per 1 September 2024 Harga BBM Resmi Naik di SPBU Seluruh Indonesia

Sejumlah warga menyambut baik penertiban tersebut. Mereka menilai kondisi jalan menjadi lebih tertib dan nyaman, terutama bagi pejalan kaki.

“Sekarang jadi lebih rapi, trotoar bisa dipakai lagi. Biasanya pejalan kaki sampai turun ke jalan karena tertutup lapak,” ujar salah satu warga.

Namun, tidak sedikit pula warga yang menyampaikan kekhawatiran terkait nasib para pedagang setelah penertiban dilakukan. Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan solusi.

“Setuju ditertibkan, tapi harus ada relokasi yang jelas. PKL juga cari nafkah, jangan sampai kehilangan penghasilan begitu saja,” kata warga lainnya.

Baca Juga:  PT. KCN Gelar Syukuran Akhir Tahun Dengan Berikan Santunan Kepada Yatim Piatu

Pihak Kecamatan Bogor Barat menyebutkan bahwa penertiban ini telah melalui proses sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang sebelumnya. Langkah tersebut diambil demi menjaga ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Ke depan, penataan kawasan Jalan Dr. Semeru diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga mampu mengakomodasi kepentingan para pedagang melalui solusi yang lebih berkelanjutan

T donie

Berita Terkait

Pelayanan Makin Digital dan Cepat, Tarif Bea Masuk Masih Jadi Sorotan Pengguna Jasa
Keluarga Amir Biki Desak Pemerintah Pulihkan Nama dan Beri Kompensasi bagi Korban Tanjung Priok 1984
BKT Marunda Kian Memprihatinkan, Jalur Inspeksi Rusak dan Dipenuhi Truk, Pemerintah Tahu?
Keren! Pemuda Rawamalang Sulap Lahan Kosong Jadi Urban Farming dan Budidaya Ikan
Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir
Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 00:50 WIB

Pelayanan Makin Digital dan Cepat, Tarif Bea Masuk Masih Jadi Sorotan Pengguna Jasa

Sabtu, 12 September 2026 - 23:43 WIB

Keluarga Amir Biki Desak Pemerintah Pulihkan Nama dan Beri Kompensasi bagi Korban Tanjung Priok 1984

Sabtu, 12 September 2026 - 14:52 WIB

BKT Marunda Kian Memprihatinkan, Jalur Inspeksi Rusak dan Dipenuhi Truk, Pemerintah Tahu?

Jumat, 11 September 2026 - 20:04 WIB

Keren! Pemuda Rawamalang Sulap Lahan Kosong Jadi Urban Farming dan Budidaya Ikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan

Berita Terbaru