Sidang Pembunuhan Dua Debt Collector Berakhir Tegang, Keluarga Korban Kecewa

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: Suasana sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan dua debt collector di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Istimewa.

Jakarta Selatan, 23 Juli 2026 – Sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan terhadap dua debt collector (mata elang) di Kalibata, Jakarta Selatan, dengan enam terdakwa mantan anggota Yanma Mabes Polri kembali digelar di Ruang Sidang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji, S.H., Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perkara tersebut terdaftar dengan Nomor 295/Pid.B/2026/PN JKT.SEL. Enam terdakwa dalam perkara ini yakni Ahmad Marz Zulqadri, Ilham Adjie Maulana, M. Irfan Akbar Batubara, Baginda Nurhidayat, Jefry Leo Agusta, dan Raafi Ghaffaar Wahhab.

Sidang yang berlangsung di Gedung Sementara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, beragenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum.

Sebelum sidang dimulai, kedatangan para terdakwa sempat menuai protes dari keluarga korban, kerabat, serta massa dari Persaudaraan Timur Raya Indonesia (PETIR) karena memasuki ruang sidang dengan mengenakan masker. Setelah mendapat keberatan, para terdakwa kemudian melepas masker sebelum persidangan dimulai.

Baca Juga:  Aktor Paapa Essiedu Dikabarkan Terpilih Perankan Profesor Snape dalam Reboot Harry Potter

Dalam persidangan, Majelis Hakim mengingatkan seluruh saksi agar memberikan keterangan secara jujur sesuai fakta di bawah sumpah.

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi, yakni Junaidi dan Purwanto. Junaidi mengaku merekam video di lokasi kejadian ketika kedua korban masih tergeletak dan para pelaku disebut masih berada di sekitar tempat kejadian.

“Ya saya yang merekam video, dan di lokasi sekitar 10 menit,” ujar Junaidi di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, Purwanto, yang merupakan anggota paguyuban pedagang Kali 5, menyatakan melihat langsung kedua korban tergeletak di lokasi dengan kerumunan warga yang masih memenuhi area kejadian.

“Saya melihat langsung dua korban tergeletak dan masih banyak kerumunan di lokasi kejadian,” katanya.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, Majelis Hakim menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada 30 Juli 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya.

Seusai sidang, suasana di area Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat memanas saat para terdakwa digiring menuju mobil tahanan di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Untuk Masyarakat, Polri Bangun 13 RS Bhayangkara selama 2014-2024

Menurut keterangan keluarga korban yang berada di lokasi, ketegangan dipicu oleh penilaian mereka bahwa para terdakwa tidak menunjukkan sikap penyesalan maupun empati terhadap keluarga korban. Dalam situasi tersebut terjadi aksi saling dorong antara petugas pengawal dan sejumlah anggota keluarga korban.

Sejumlah pihak di lokasi juga mengklaim salah seorang terdakwa sempat melakukan tindakan menyerang anggota keluarga korban sebelum akhirnya seluruh terdakwa diamankan ke dalam mobil tahanan. Namun, klaim tersebut belum diuji dalam proses hukum maupun dikonfirmasi secara resmi oleh aparat berwenang.

Di tengah ketegangan itu, terdengar teriakan dari salah seorang kerabat korban.

“Dasar pembunuh kau, penjahat kau,” teriak salah satu kerabat korban.

Keluarga korban berharap proses persidangan berjalan secara terbuka, objektif, dan memberikan rasa keadilan. Mereka juga berharap para terdakwa menghormati jalannya proses hukum serta menunjukkan empati kepada keluarga korban yang masih merasakan duka kehilangan.

Persidangan akan kembali digelar pada 30 Juli 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lanjutan.

Berita Terkait

Momentum Kesatuan Doa Nasional Jadikan Satu Delapan Aras Gereja
Kepercayaan Kuat, Apollo Kembali Jabat Ketua Hiswana Migas DPC Tangerang
Bus Primajasa Parkir di Bahu Jalan Dekat Terminal Tanjung Priok, Ketegasan UP Terminal dan Sudinhub Dipertanyakan
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Tim Verifikasi PROKLIM LESTARI Turun ke RW.05, Sunter Agung, Ini Harapan Ketua RW.05 Nurus Shobah
Spanyol Juara Dunia 2026! Tumbangkan Argentina 1-0 Lewat Drama Extra Time
Pernyataan Hotman Paris Tuai Sorotan, PWI Pusat Minta Etika Komunikasi Dijaga
Bikin Konten Jualan Kambing Sembari Dakwah, Warga Kota Batu, Faiq Mendadak Viral dan Banjir Follower di Instagram dan TikTok

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:32 WIB

Sidang Pembunuhan Dua Debt Collector Berakhir Tegang, Keluarga Korban Kecewa

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:56 WIB

Momentum Kesatuan Doa Nasional Jadikan Satu Delapan Aras Gereja

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:21 WIB

Kepercayaan Kuat, Apollo Kembali Jabat Ketua Hiswana Migas DPC Tangerang

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:17 WIB

Bus Primajasa Parkir di Bahu Jalan Dekat Terminal Tanjung Priok, Ketegasan UP Terminal dan Sudinhub Dipertanyakan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:50 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Berita Terbaru