Menteri Imipas Agus Andrianto : Panen Raya 123 Ton di Awal 2026, Ditjenpas Transformasikan Lapas Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan UMKM

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai menunjukkan transformasi signifikan dengan mengubah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) menjadi pusat ketahanan pangan serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Langkah tersebut ditandai dengan keberhasilan Panen Raya Serentak se-Indonesia yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam satu periode panen awal tahun 2026, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat total produksi pangan mencapai 123.557 kilogram. Rinciannya meliputi 99.930 kilogram komoditas pertanian dan perkebunan, 4.019 kilogram hasil peternakan, serta 19.608 kilogram dari sektor perikanan.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis yang diinisiasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Saat meninjau proyek percontohan di Lapas Terbuka Nusakambangan pada Selasa, 10 Februari 2026, Agus menjelaskan bahwa transformasi tersebut didorong oleh empat faktor utama.

Baca Juga:  Bus Masuk Ke Dalam Jurang, Kapolres Tanggamus AKBP Rinaldo: Kecelakaan Tersebut Mengakibatkan Enam Orang Mengalami Luka Berat

Menteri Imipas Agus Andrianto : Panen Raya 123 Ton di Awal 2026, Ditjenpas Transformasikan Lapas Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan UMKM - Teropong Rakyat

Pertama, penertiban lahan tidur dan aset negara. Kebijakan ini berangkat dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait masih banyaknya aset negara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di Nusakambangan, lahan yang sebelumnya tidak terkelola kini dimanfaatkan secara profesional untuk pembinaan narapidana sekaligus mencegah perambahan liar.

Kedua, penyelarasan program dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Produk hasil karya warga binaan tidak lagi bersifat seremonial, melainkan diarahkan untuk masuk pasar komersial guna meningkatkan rasa percaya diri serta kesejahteraan mereka.

Ketiga, optimalisasi rantai pasok pangan internal dan lokal. Menteri Agus menerbitkan kebijakan yang mewajibkan vendor penyedia bahan makanan di lapas menyerap minimal 5 persen hasil panen warga binaan. Selain memenuhi kebutuhan internal, langkah ini juga bertujuan menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan pelaku usaha lokal. Jika produksi melimpah, hasil panen diproyeksikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis hingga dipasarkan ke pasar tradisional dan modern.

Baca Juga:  Santunan Duka: Kebijakan Mantan Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Berakhir pada Maret 2025

Menteri Imipas Agus Andrianto : Panen Raya 123 Ton di Awal 2026, Ditjenpas Transformasikan Lapas Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan UMKM - Teropong Rakyat

Keempat, pembekalan keterampilan dan penyediaan tabungan masa depan bagi narapidana. Selain memperoleh keahlian baru sebagai bekal setelah bebas, warga binaan juga menerima premi atau upah dari hasil penjualan produk. Premi tersebut diharapkan menjadi modal awal usaha saat kembali ke masyarakat.

Menurut Agus, program ini tidak hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga memberi inspirasi bagi pegawai lapas dalam mempersiapkan masa pensiun melalui pendekatan “amati, tiru, dan modifikasi” (ATM) pada program ketahanan pangan yang telah berjalan.

Melalui sinergi pemanfaatan aset negara, pembinaan sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi lokal, Kemenimipas optimistis sistem pemasyarakatan di Indonesia dapat menjadi lebih produktif, manusiawi, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Berita Terkait

Ratusan Jamaah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangpandan Pakisaji ,Pesan Keteladanan Rasul Menggema
Ribuan Warga Padati Spectacular Carnival Wonokerto, 21 Peserta Tampilkan Kreasi Terbaik
Gencarkan Tracing TBC, Warga Wagir Jalani X-Ray Gratis
Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan
Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang
Peduli Warga Kekurangan Air, PMI Malang Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih
Penjaringan Perangkat Desa Rejoyoso Berlangsung Transparan, Koramil dan Polsek Bantur Lakukan Pengawasan
LSM LIRA Jatim Soroti Dugaan Kongkalikong Proyek Pembangunan Barak Dalmas Polres Pasuruan Kota

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:40 WIB

Ratusan Jamaah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Karangpandan Pakisaji ,Pesan Keteladanan Rasul Menggema

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Ribuan Warga Padati Spectacular Carnival Wonokerto, 21 Peserta Tampilkan Kreasi Terbaik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Gencarkan Tracing TBC, Warga Wagir Jalani X-Ray Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Bawang Putih Lumbu Hijau di Sumbersuko Dikembangkan sebagai Benih, 6 Hektare Disiapkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Kekeringan Mengancam, 85 Pompa Air Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Pertanian Malang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:15 WIB

TNI – Polri

Manuver Pertempuran Darat Memperkuat Interoperabilitas di SGS 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

TNI – Polri

CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:35 WIB