Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Wafat di Usia 77 Tahun

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA, teropongrakyat.co — Kabar duka datang dari Keraton Surakarta. Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, wafat pada Minggu (2/11/2025) pagi di usia 77 tahun setelah menjalani perawatan medis sejak 20 September lalu.

Kabar berpulangnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII menorehkan duka mendalam bagi keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta serta masyarakat adat dan budaya Jawa.

Almarhum yang memiliki nama lahir Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi, dilahirkan di Kota Solo pada 28 Juni 1948. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan nilai-nilai tradisi, spiritualitas, dan tata krama Jawa yang diwariskan secara turun-temurun di lingkungan keraton.

Baca Juga:  Parkir Liar Kebal Aturan di Jalan Jampea, Koja — Plang Larangan Hanya Jadi Pajangan

Sebagai putra sulung Paku Buwono XII, beliau sejak dini telah diperkenalkan dengan tanggung jawab besar menjaga warisan leluhur, serta memelihara kelestarian budaya dan adat istiadat Keraton Surakarta.

Selama masa kepemimpinannya, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dikenal sebagai sosok yang tegas namun penuh kebijaksanaan. Ia berperan penting dalam menguatkan kembali posisi Keraton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Baca Juga:  12 Kepala Sekolah Diperas 2 Oknum Polisi hingga Rp4,7 Miliar, Aktivis 98: Lacak Aliran Dananya Kemana?

Hingga berita ini diturunkan, pihak Keraton Surakarta tengah menyiapkan prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan tradisi keraton. Sejumlah tokoh adat, pejabat pemerintah, serta masyarakat luas diharapkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang raja.

Kepergian Sri Susuhunan Pakubuwono XIII meninggalkan warisan besar dalam dunia kebudayaan Jawa — sebuah pengabdian yang tak hanya dikenang di lingkungan keraton, tetapi juga di hati masyarakat Indonesia.

Penulis : Naim

Berita Terkait

Sindikat Gas Oplosan Dibongkar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2.301 Tabung
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakbar, 4 Balita Diselamatkan
Klarifikasi Belum Muncul, Dugaan Mark-Up Anggaran Diskominfo Kendal Tuai Pertanyaan Publik
Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin
Kakorlantas Polri Ajak Driver Ojol Kota Batu Jadi Pelopor Keselamatan Jalan
Kritik Penggiat Politik Warnai Penghargaan Sudin LH Jakut, DPRD dan DLH Lakukan Tindak Lanjut
Patroli Ops Pekat Jaya 2026, Samapta PMJ Amankan Pengedar Tramadol di Jakpus
Sistem Amburadul? Pengusaha Bar Ungkap Sulitnya Urus Sertifikasi di Disparekraf

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:27 WIB

Sindikat Gas Oplosan Dibongkar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2.301 Tabung

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:31 WIB

Klarifikasi Belum Muncul, Dugaan Mark-Up Anggaran Diskominfo Kendal Tuai Pertanyaan Publik

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:17 WIB

Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:59 WIB

Kakorlantas Polri Ajak Driver Ojol Kota Batu Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:07 WIB

Kritik Penggiat Politik Warnai Penghargaan Sudin LH Jakut, DPRD dan DLH Lakukan Tindak Lanjut

Berita Terbaru