Dua Pekan Pantura Terendam, Elita Budiati Desak Penanganan Permanen Sinergi Pemda dan Pusat

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBANG, teropongrakyat co – Sudah dua pekan lamanya, wilayah Pantura Subang didera banjir yang tak kunjung surut. Bencana ini melanda setidaknya sembilan kecamatan, menyisakan duka dan kesulitan bagi ribuan warga terdampak.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bunda Elita Budiati Yulianto, Anggota Komisi 1 DPR RI sekaligus Ketua DPD Golkar Subang, bergerak cepat turun ke titik-titik lokasi bencana.

Didampingi tim Fraksi Golkar DPRD Subang dan tenaga ahli, Elita meninjau langsung sumber masalah di lapangan.

Menurut pengamatannya, banjir kali ini dipicu oleh kombinasi faktor alam dan infrastruktur; mulai dari jebolnya tanggul di Kecamatan Ciasem, fenomena banjir rob akibat erosi tahunan di Legon Kulon, hingga curah hujan ekstrem yang membuat air tertahan lebih lama di pemukiman warga.

Baca Juga:  Fenomena Sosial Terbalik: Ketika yang Baik Disalahkan, yang Salah Dibenarkan

Dua Pekan Pantura Terendam, Elita Budiati Desak Penanganan Permanen Sinergi Pemda dan Pusat - Teropong Rakyat

Edukasi dan Solusi Jangka Panjang

Tak sekadar datang, Bunda Elita membawa pesan penting bagi masyarakat. Beliau menekankan pentingnya disiplin lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke aliran sungai dan menjaga kelestarian pohon sebagai penyerap air alami.

Lebih jauh, politisi senior Jawa Barat ini mendorong Pemerintah Daerah Subang untuk segera mengambil langkah strategis. Beliau mendesak Bupati agar memperkuat kolaborasi dengan BBWS dan Kementerian PU untuk melakukan langkah-langkah konkret, di antaranya:

* Normalisasi sungai melalui pengangkatan sedimen tanah dan pasir.

* Penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai.

* Pembuatan sodetan atau kolam retensi untuk memecah kepadatan arus air yang meluap ke daratan.

Dekat dengan Rakyat

Kehadiran Bunda Elita di tenda-tenda pengungsian, seperti di Pamanukan, disambut hangat oleh warga. Sosoknya yang familiar membuat warga tak canggung berkeluh kesah. Sambil menghibur dan mendengar aspirasi, ia juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok untuk meringankan beban harian para pengungsi.

Baca Juga:  Vonis Harvey Moeis 6,5 Tahun, Prabowo: Banding, Jadi 50 Tahun Penjara, Aktivis 98: Vonis Mati Dan Dimiskinkan Lebih Tepat Untuk Para Koruptor?

“Warga sangat terbantu dengan kehadiran pejabat yang mau turun langsung melihat kondisi kami di lapangan,” ujar salah satu warga di tenda pengungsian Pamanukan.

Di sisi lain, apresiasi juga datang dari tokoh Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Beliau mengapresiasi langkah koordinasi Pemda Subang dan menyatakan kesiapannya untuk turut serta turun tangan memperbaiki sumber-sumber penyebab banjir di bantaran sungai yang melintasi wilayah tersebut.

Penulis : San"

Berita Terkait

Menteri Agama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar,M.A. dan KH Ma’ruf Amin Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Sulaimaniyah 2026
Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu
Memo Dr. Rahman Sabon Nama: Dorong Republik Semi-Kerajaan dan Kembali ke UUD 1945 Asli
Tangis Bocah 7 Tahun: PT NPR Diduga Gelembungkan Lahan, 68 Hektare Diklaim 140 Hektare
Dari Tangan Kreatif Guru Pasuruan, Noliart Sulap Mahar dan Hantaran Jadi Karya Berkelas
PWJU Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Ucapkan Terima Kasih kepada Para Donatur
UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong ASN Akademik Berdampak Melalui Latsar CPNS 2026
Belajar Disiplin di Era Digital, Siswa SMK Islamic Qon GKB Gresik Dapat Pembekalan Khusus

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:10 WIB

Menteri Agama Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar,M.A. dan KH Ma’ruf Amin Hadiri Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Sulaimaniyah 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:08 WIB

Tol Menuju Tanjung Priok Bakal Punya Tarif Terpadu

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:44 WIB

Memo Dr. Rahman Sabon Nama: Dorong Republik Semi-Kerajaan dan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:50 WIB

Tangis Bocah 7 Tahun: PT NPR Diduga Gelembungkan Lahan, 68 Hektare Diklaim 140 Hektare

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:37 WIB

Dari Tangan Kreatif Guru Pasuruan, Noliart Sulap Mahar dan Hantaran Jadi Karya Berkelas

Berita Terbaru