Inspektorat Kendal Audit Desa Margosari, Dugaan Penyimpangan Dana Desa dan Konflik Kepentingan Disorot

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan penyelewengan Dana Desa (potret:teropongrakyat.co)

Kendal, Jum’at16 Januari 2026 | teropongrakyat.co — Inspektorat Daerah Kabupaten Kendal menurunkan Tim Auditor ke Desa Margosari, Kecamatan Patebon, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) serta indikasi praktik nepotisme dalam tata kelola pemerintahan desa.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tim auditor dari Inspektorat Pembantu Khusus (Irbansus) saat ini tengah melakukan pemeriksaan dengan mencocokkan kondisi fisik pembangunan di lapangan dengan dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang disampaikan Pemerintah Desa Margosari. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi penyimpangan atau kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan program desa.

“Fokus kami adalah mendeteksi adanya indikasi fraud. Setiap pekerjaan fisik akan kami teliti dari sisi volume dan kualitas, apakah telah sesuai dengan dokumen yang dilaporkan,” ujar perwakilan Tim Irbansus, Rabu (14/1/2026). Ia menegaskan, audit dilakukan secara profesional dan mengacu pada norma Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Baca Juga:  TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tata kelola anggaran di Desa Margosari dinilai memiliki sejumlah kejanggalan. Kepala Desa Margosari berinisial MD diduga mendominasi pengelolaan anggaran serta melibatkan anggota keluarga inti dalam sejumlah posisi strategis, sehingga memunculkan potensi konflik kepentingan.

Salah satu sorotan adalah jabatan ganda yang dipegang oleh suami Kepala Desa MD, yang disebut menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sekaligus Ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghilangkan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan desa.

“Secara tata kelola ini bermasalah. Pelaksana dan pengawas dijabat oleh orang yang sama, apalagi masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa. Fungsi kontrol menjadi tidak berjalan,” ujar seorang warga Desa Margosari yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga:  Kebersamaan Insan BRILiaN BRI Kebon Jeruk dalam Momentum Upacara Bela Negara

Keluhan serupa juga datang dari internal perangkat desa. Seorang sumber menyebut Kepala Desa MD dinilai kurang terbuka terhadap kritik dan kerap mengabaikan regulasi yang berlaku.

“Kepala desa merasa tidak melakukan kesalahan, padahal beberapa kebijakan dinilai menyalahi aturan. Ketika diingatkan, responsnya sering emosional, terutama saat pekerjaan mengalami kerugian,” ungkapnya.

Hingga kini, proses pemeriksaan masih berlangsung. Inspektorat Daerah Kabupaten Kendal memastikan akan memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan desa untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, masyarakat Desa Margosari menyatakan akan terus mengawal proses audit dan berharap pemeriksaan dilakukan secara objektif, transparan, serta akuntabel demi perbaikan tata kelola pemerintahan desa ke depan.

Penulis : Naim

Editor : Rocky

Berita Terkait

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu
Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani
Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”
Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola
Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan
SDN Rawa Badak Utara 15 Gelar Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas VI, Siswa Berprestasi Raih Penghargaan
Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:37 WIB

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Senin, 8 Juni 2026 - 19:50 WIB

Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”

Senin, 8 Juni 2026 - 10:21 WIB

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:33 WIB

Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi

Berita Terbaru

Breaking News

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:37 WIB