Dua Bulan Tanpa Sampah, Pemilah Limbah Desa Gampingan Menanti Kepastian dari PT Ekamas Fortuna

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Malang | Teropongrakyat.co – Persoalan antara masyarakat Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, dengan PT Ekamas Fortuna hingga kini belum menemukan titik temu. Kondisi tersebut disampaikan pada Senin, 26 Januari 2026, menyusul keluhan warga terkait terhentinya aktivitas pemilahan sampah yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Dari sudut pandang tokoh masyarakat setempat, warga tidak diarahkan untuk melakukan aksi demonstrasi, namun juga tidak dilarang untuk menuntut kembali hak mereka. Tokoh masyarakat menegaskan bahwa apabila aksi dilakukan, harus tetap sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan tidak bersifat anarkis.

Baca Juga:  Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Cilincing, Jakarta Utara. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Bp. Erwansyah Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H - 2024 M

Diketahui, terdapat sekitar 1.281 warga yang sebelumnya menggantungkan hidup sebagai pemilah sampah. Namun dalam dua bulan terakhir, mereka tidak lagi menerima limbah sampah untuk dipilah dari PT Ekamas Fortuna.

Salah satu warga, Mbah Darmi, pemilah sampah asal Dusun Plaosan, Desa Gampingan, mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama bekerja sebagai pemilah sampah, dirinya hanya menerima upah sekitar Rp300 ribu per bulan.

“Sudah dua bulan ini tidak dikasih sampah untuk dipilah. Harapan saya bisa diberi limbah sampah lagi dari PT Ekamas Fortuna supaya tetap bisa bekerja,” ujarnya.

Baca Juga:  Amburadul Pengelolaan Aset Pemda, Pasar Jabon Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi

Keluhan serupa juga disampaikan Mbah Wasinah, warga lanjut usia yang selama ini bergantung pada pekerjaan memilah sampah.

“Saya berharap bisa bekerja sebagai pemilah sampah lagi. Saya sudah tua, ini pekerjaan terakhir saya, semoga masih diberi kesempatan bekerja,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Ekamas Fortuna terkait keluhan warga tersebut. Masyarakat berharap adanya solusi dan kejelasan agar mereka dapat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Berita Terkait

PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air Untuk Menghadapi El Nino
Pelaksanaan Reses ke-3 DPRD DKI Jakarta Bahas Penataan Kawasan dan Pengelolaan Sampah di Penjaringan
Mahasiswa Hukum Unmer Pasuruan Soroti Vonis Kasus Kayu Ilegal di Situbondo
Walikota Malang Ajak ASN Kenakan Jersei Tim Favorit Setiap Jumat, Euforia Piala Dunia 2026
Jelang HUT DKI Jakarta ke-499, Kelurahan Papanggo Bersihkan Sampah Liar di Waduk Cincin Papanggo Jakarta Utara
Larung Sesaji 1 Suro di Pantai Balekambang, Tradisi Leluhur yang Terus Dijaga Masyarakat Bantur
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serempak di Malang, Perkuat Langkah Jatim Menuju Swasembada Gula Nasional
Kolaborasi Lintas Sektor, Kelurahan Papanggo Gelar Rapat Koordinasi Penataan Kawasan Waduk Cincin

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:46 WIB

PJT I Ajak Industri Jaga Kelestarian Air Untuk Menghadapi El Nino

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:11 WIB

Pelaksanaan Reses ke-3 DPRD DKI Jakarta Bahas Penataan Kawasan dan Pengelolaan Sampah di Penjaringan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:04 WIB

Mahasiswa Hukum Unmer Pasuruan Soroti Vonis Kasus Kayu Ilegal di Situbondo

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:38 WIB

Walikota Malang Ajak ASN Kenakan Jersei Tim Favorit Setiap Jumat, Euforia Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:28 WIB

Jelang HUT DKI Jakarta ke-499, Kelurahan Papanggo Bersihkan Sampah Liar di Waduk Cincin Papanggo Jakarta Utara

Berita Terbaru

TNI – Polri

Brimob Metro Jaya Cegah Tawuran di Bekasi, 3 Remaja-Sajam Diamankan

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:23 WIB

Pendidikan

Mahasiswa UMM Menggelar Fun Trail Bersama Motoestjava

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:37 WIB