57 Detik yang Mengubah Segalanya, Mengenang Tragedi Gempa Yogyakarta 2006

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Teropongrakyat.co || Waktu menunjukkan pukul 05.55 WIB, Sabtu, 27 Mei 2006. Pagi yang seharusnya tenang dan penuh persiapan untuk beraktivitas, tiba-tiba berubah menjadi momen mencekam yang tak akan terlupakan sepanjang sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Dalam waktu hanya 57 detik, guncangan dahsyat yang berkekuatan magnitudo 6,3 skala Richter meratakan ribuan bangunan dan merenggut ribuan nyawa. Peristiwa ini kemudian dikenal luas sebagai “Tragedi 57 Detik”.

Gempa berpusat di sekitar Sesar Opak, tepatnya di wilayah Potrobayan, Pundong, Kabupaten Bantul, dengan kedalaman hanya sekitar 10 kilometer. Karena kedalamannya yang dangkal, getarannya terasa sangat kuat dan merusak, bahkan dirasakan hingga ke sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Getaran tidak hanya bergoyang ke kiri dan kanan, tetapi juga terasa seperti diangkat dan dijatuhkan secara tiba-tiba, membuat banyak orang sulit berdiri atau bahkan bergerak menuju tempat aman. Suara gemuruh bumi yang keras disusul suara retakan tembok dan runtuhnya bangunan memenuhi udara dalam hitungan detik.

Baca Juga:  Tommy Tempuh Langkah Hukum atas Dugaan Perselingkuhan yang Diduga Libatkan Pengusaha Kargo

Waktu yang singkat itu cukup untuk meninggalkan luka yang sangat dalam. Berdasarkan data resmi, dampak bencana ini sangat masif

Korban Jiwa sekitar 5.782 orang meninggal dunia, dengan sebagian besar korban berada di wilayah Bantul. Selain itu, lebih dari 26.000 orang mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat, Kerusakan Fisik yang dialami lebih dari 71.700 rumah hancur total, sekitar 71.300 rumah rusak berat, dan lebih dari 66.000 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Banyak sekolah, tempat ibadah, dan infrastruktur publik juga ikut runtuh dan Kerugian Ekonomi diperkirakan mencapai Rp 29,1 triliun, menjadikannya salah satu bencana alam dengan kerugian terbesar di Indonesia.

Baca Juga:  BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Perkuat Pemasaran Produk untuk Mendukung Pertumbuhan UMKM

Para ahli menyebutkan bahwa tingginya jumlah korban tidak hanya disebabkan oleh kekuatan gempa, tetapi juga karena struktur bangunan yang banyak tidak memenuhi standar ketahanan gempa, sehingga mudah runtuh dan menimpa penghuninya.

Hingga kini, peristiwa 27 Mei 2006 masih menjadi kenangan pahit bagi warga Yogyakarta. Setiap tahunnya, berbagai acara peringatan digelar bukan hanya untuk mengenang mereka yang telah tiada, tetapi juga sebagai momen untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana di masa depan.

57 detik itu adalah bukti betapa dahsyatnya kekuatan alam, namun juga menjadi bukti betapa kuatnya semangat warga Yogyakarta untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka dari reruntuhan.

 

 

Penulis : Yordani

Berita Terkait

Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan
Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000
Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja
KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar
Kebakaran Melanda Leuwimart Leuwiliang, Petugas Masih Lakukan Pemadaman
Usai KM Virgo Kecelakaan, Keluarga Sopir Asal Malang Masih Berharap Ditemukan Selamat
Warga Beli Paket Sassetan, Pemkot Tangsel Habiskan Rp.28 Miliar Untuk Belanja Internet
40 Tahun Belum Tuntas, H. Makawi Minta KPK Telaah Sengketa Tanah Warisan di Jakarta Utara

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:36 WIB

Pam TPS Pilkades Setu, Wadir Binmas: Kenali Situasi dan Jangan Keluar dari Fungsi Pengamanan

Sabtu, 19 September 2026 - 17:03 WIB

Permintaan Spot Menguat, Bitcoin Kembali Tembus US$81.000

Sabtu, 19 September 2026 - 15:18 WIB

Polres Malang Tangkap Pria Diduga Aniaya Wanita Usai Janjikan Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam OTT Kasus Dugaan Suap Pertanahan, Jadi Sitaan Terbesar

Jumat, 18 September 2026 - 08:03 WIB

Kebakaran Melanda Leuwimart Leuwiliang, Petugas Masih Lakukan Pemadaman

Berita Terbaru