Kurir Bawa 30 Kg Sabu di Banjarmasin di Vonis Bebas, Hakim: Tidak Ada Niat Jahat?

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – TeropongRakyat.co || Ketua Majelis Hakim Irfanul Hakim memvonis bebas terdakwa Amsyah Yadhi alias Yadi, yang membawa 30 kilogram sabu-sabu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena terdakwa berprofesi sebagai kurir ojek online maupun offline. Majelis hakim yang terdiri dari Irfanul Hakim, Fidiyawan Satriantoro, dan Sri Nuryani membacakan putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Banjarmasin pada Selasa kemarin.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan alternatif pertama dan kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Hakim memutuskan untuk membebaskan terdakwa dari semua dakwaan dan memulihkan hak-haknya dalam kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabatnya dikutip Pantau.com, Rabu (23/04).

Baca Juga:  BRI Group Berbagi Bahagia: Salurkan 1.000 Paket Sembako kepada Warga Kampung Bali, Tanah Abang

Kronologi dan Pertimbangan Hakim

“Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menilai berdasarkan fakta dan bukti persidangan, terdakwa tidak mengetahui bahwa barang yang dibawanya berisi narkoba jenis sabu-sabu maupun ekstasi. Terdakwa yang berprofesi sebagai kurir ojek online maupun offline mengaku hanya dibayar Rp200 ribu untuk membawa paket tersebut,” kata Irfanul Hakim.

Diketahui, Yadi mengambil paket berbentuk kardus di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru, setelah dihubungi seorang perempuan bernama Siska yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Paket tersebut diikat di jok sepeda motor menggunakan karet. Sebelumnya, terdakwa pernah membawa paket atas permintaan Siska yang hanya berisi alat kosmetik. Karena pengalaman sebelumnya, Yadi menduga isi paket kedua juga hanya alat kosmetik dan tidak membuka paket tersebut. Terdakwa baru mengetahui isi paket berupa narkoba saat dicegat dan digeledah oleh petugas kepolisian.

Baca Juga:  Polres Pacitan Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa

Majelis hakim menilai tidak ada niat jahat (mens rea) dari terdakwa dalam perkara ini. Konsekuensi Putusan dan Langkah Selanjutnya. Majelis hakim memutuskan agar barang bukti berupa 30 paket sabu-sabu dengan berat total 30 kilogram, 5 bungkus besar berisi 4.832 butir pil ekstasi, serta 13,91 gram serbuk ekstasi digunakan untuk pembuktian dalam perkara atas nama Siska.

Sepeda motor yang digunakan terdakwa untuk mengangkut paket narkoba juga dikembalikan kepada Yadi. Setelah pembacaan putusan, majelis hakim mempersilakan terdakwa yang mengikuti sidang secara daring dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin, serta Jaksa Penuntut Umum, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, yaitu menerima, pikir-pikir, atau mengajukan banding.

Patut diketahui dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan hukuman mati.

Penulis : Lie

Editor : Romli S.IP

Sumber Berita: https://Pantau.com

Berita Terkait

Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat
Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot
Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta
9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia
Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan
Eksekusi Tanah Pacuan Kuda 449 M², PN Jaktim Pastikan Berjalan Sesuai Prosedur
Satpel LH Cilincing dan PPSU Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Akses Marunda
Kodim 0503/JB Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat di Tengah Kemarau

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Tanah Waris Tak Boleh Dijadikan Saham! RPA Indonesia: KPK Harus Kembalikan Hak Ahli Waris Sebelum Terlambat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dugaan Korupsi 15 Tahun PT Migas Bekasi, Yohanes Oci : Kejagung Sisir Aliran Dana dan Pejabat Pemkot

Rabu, 30 September 2026 - 22:47 WIB

Memalukan! PT BMN di Curug Diduga Produksi Sandal HOKA Ilegal, Buruh Diperas: Tanpa Kontrak, Tanpa BPJS, Gaji Rp2,3 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 08:12 WIB

9 Pendaki Masuk Jalur Ilegal Batu Tulis, 1 Alami Hipotermia

Selasa, 29 September 2026 - 18:26 WIB

Satpol PP Cek Lokasi yang Diduga Jadi Depo Kontainer di Rorotan, Aktivitas Tak Ditemukan

Berita Terbaru

Edukasi

Kamis, 1 Okt 2026 - 08:23 WIB