Kapolsek Negara Batin dan Dua Anggota Tewas Ditembak Saat Gerebek Judi Sabung Ayam, Diduga oknum TNI terlibat

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG, Teropongrakyat.co– Insiden berdarah terjadi di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, bersama dua anggotanya, Bripka Petrus dan Bripda Ghalib, tewas ditembak saat hendak menggerebek arena judi sabung ayam pada Senin (17/3/2025) pukul 16.50 WIB.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, sebanyak 17 personel Polres Way Kanan dikerahkan dalam operasi tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, mereka langsung diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal. Selasa,(18/3/25).

Baca Juga:  Polri, TNI AL dan TNI AU Buka Diklat Integrasi Bintara Serentak

“Peristiwa penembakan terjadi ketika 17 personel mendatangi tempat perjudian sabung ayam. Saat tiba di lokasi, anggota langsung ditembaki sehingga tiga personel gugur dalam tugas,” ujar Yuni, dikutip dari detikSumbagsel, Selasa (19/3/2025).

Ketiga jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk diautopsi. Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika bergerak menuju lokasi kejadian guna mengamankan situasi dan memastikan keselamatan anggota lainnya.

Baca Juga:  Camat dan APH Bungkam, Dugaan Peredaran Obat Keras Marak di Kota Bekasi

Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

Seusai insiden ini, aparat kepolisian dan militer langsung bergerak untuk mengusut pelaku dan menyelidiki kemungkinan keterlibatan oknum TNI. Beredar informasi bahwa arena judi sabung ayam tersebut diduga dimiliki oleh seorang prajurit TNI.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Polisi juga tengah memburu para pelaku yang melakukan penembakan terhadap anggota kepolisian di lokasi kejadian.

 

Berita Terkait

Nikel 150 MT Dipersoalkan, Kerugian Rp151 Miliar, 11 Pihak Terancam Digugat
Pernah Menang Sebagian di Pengadilan, Sengketa Lahan Makawi vs Summarecon Masih Berlanjut
Polsek Setu Gelar Program “Sabuk Kamtibmas”, Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Sinergi Keamanan
Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang
Yusuf Hamka Menang Gugatan, Hary Tanoesoedibjo Wajib Bayar Ganti Rugi USD 28 Juta dan Rp50 Miliar
Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur, Minta Yoyok Kusnodo Lanjutkan Kepemimpinan
Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur
Ahli Waris Tolak Dugaan Pemaksaan Perubahan Nama oleh Dukcapil Jepara, Lapor Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:19 WIB

Nikel 150 MT Dipersoalkan, Kerugian Rp151 Miliar, 11 Pihak Terancam Digugat

Jumat, 24 April 2026 - 23:07 WIB

Pernah Menang Sebagian di Pengadilan, Sengketa Lahan Makawi vs Summarecon Masih Berlanjut

Jumat, 24 April 2026 - 19:34 WIB

Polsek Setu Gelar Program “Sabuk Kamtibmas”, Gandeng Ormas dan Ojol Perkuat Sinergi Keamanan

Jumat, 24 April 2026 - 16:14 WIB

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 10:46 WIB

Yusuf Hamka Menang Gugatan, Hary Tanoesoedibjo Wajib Bayar Ganti Rugi USD 28 Juta dan Rp50 Miliar

Berita Terbaru

Breaking News

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:14 WIB