IKA ITS Dorong Sistem Peringatan Dini Kereta Api untuk Kurangi Risiko Kecelakaan

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TeropongRakyat.co, JAKARTA— Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau PP IKA ITS mengusulkan penerapan sistem peringatan dini terintegrasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia. Usulan ini ditujukan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai langkah memperkuat keamanan transportasi publik yang makin dibutuhkan masyarakat.

Sistem yang diusulkan bernama Integrated Early Warning System, sebuah teknologi berbasis telemetri atau radio yang memungkinkan peringatan bahaya langsung masuk ke kabin masinis. Jadi, saat kereta mendekati area berisiko, masinis bisa menerima sinyal peringatan lebih cepat untuk mengambil tindakan darurat.

Baca Juga:  Polsek Metro Tambora Amankan Puluhan Sepeda Motor Curian

Menurut Wakil Ketua Umum PP IKA ITS, Heru Hermawan, sistem ini diharapkan bisa memberi tambahan waktu respons dalam kondisi genting sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan. Konsepnya sendiri mengadopsi filosofi Andon, sistem visual warning yang biasa digunakan di dunia industri untuk mendeteksi gangguan secara cepat.

Usulan ini muncul setelah masih adanya sejumlah risiko di jalur perkeretaapian, mulai dari gangguan di area stasiun, kereta berhenti mendadak di jalur, hingga kendaraan mogok di perlintasan rel. Karena itu, sistem ini juga dirancang terhubung dengan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) agar koordinasi penanganan situasi darurat bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Baca Juga:  Chaerulsyah Hasibuan Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua Balai Wartawan Walikota Jakarta Utara

Selain memperkuat sistem persinyalan yang sudah ada, teknologi ini juga diharapkan mampu mendukung target zero accident di sektor perkeretaapian Indonesia. PP IKA ITS bahkan mengusulkan keterlibatan PT INKA (Persero) dan PT LEN Industri (Persero) dalam pengembangan purwarupa sistem tersebut.

Kalau terealisasi, teknologi ini bisa jadi langkah baru dalam menghadirkan perjalanan kereta yang lebih aman, modern, dan responsif terhadap kondisi darurat di lapangan.

 

Berita Terkait

Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan
Dugaan NIK Ganda Direktur PT IMI, BKPSDM Batang Pastikan Pemeriksaan Pejabat Terkait Berjalan
DLH Tindak 4 Perusahaan Terkait TPS Ilegal Cilincing, Tapi Gunungan Sampah Masih Jadi Pertanyaan Besar
Hampir 3 Bulan Tak Ada Kejelasan, LP Nomor 205/2026 di Polsek Kelapa Dua Diduga Mangkrak
Peringati HUT ke-81 RI, Kanwil Kemenag Banten Gelar Zdikir, Do’a Kebangsaan
Dikenal Paling Gacor di 2026, Worldspin77 Bagikan Hadiah Ratusan Juta Setiap Minggu
Ricuh Saat Penyampaian Aspirasi Pedagang Pasar Permai, Pengelola Pasar Diduga Tunjukkan Sikap Arogan
Kapolres Tapin Dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kuasa Hukum Kodirin Soroti Pernyataan soal SNI

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Dugaan NIK Ganda Direktur PT IMI, BKPSDM Batang Pastikan Pemeriksaan Pejabat Terkait Berjalan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:25 WIB

DLH Tindak 4 Perusahaan Terkait TPS Ilegal Cilincing, Tapi Gunungan Sampah Masih Jadi Pertanyaan Besar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:04 WIB

Hampir 3 Bulan Tak Ada Kejelasan, LP Nomor 205/2026 di Polsek Kelapa Dua Diduga Mangkrak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Peringati HUT ke-81 RI, Kanwil Kemenag Banten Gelar Zdikir, Do’a Kebangsaan

Berita Terbaru