Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan EvaluasiKomentar: 0

Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi

Teropong Rakyat, 23 Februari 2026, 13:39 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta, TeropongRakyat. Co – Kritik yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia (Puspolrindo), Yohanes Oci. Ia menilai suara mahasiswa tersebut perlu dipandang sebagai masukan konstruktif untuk memperbaiki tata kelola program strategis pemerintah.

Menurut Yohanes Oci, kritik yang muncul dari kalangan mahasiswa tidak seharusnya dipersepsikan sebagai bentuk penolakan terhadap program MBG secara keseluruhan. Sebaliknya, pemerintah perlu membaca kritik tersebut sebagai peringatan agar implementasi program benar-benar tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini, pemerintah perlu membuka ruang evaluasi terhadap program MBG. Kritik dari BEM UGM harus dilihat sebagai energi korektif, bukan ancaman politik. Justru di situlah letak kontrol sosial dalam negara demokratis,” ujar Yohanes Oci (23/02/2026).

Baca Juga:  Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Bersama Warga Gotong Royong Ambil Material Pasir Untuk Pembangunan Lapangan Bola Voli

Lebih lanjut, Ia mendorong pemerintah untuk membangun komunikasi publik yang lebih terbuka agar tidak terjadi kesenjangan persepsi antara pembuat kebijakan dan masyarakat. Menurutnya, transparansi sejak tahap perencanaan hingga implementasi akan memperkuat legitimasi program dihadapan publik.

“Kritikan ini justru mengingat pemerintah agar lebih membangun komunikasi yang konstruktif dan terbuka untuk mendapatkan legitimasi program dihadapan publik,” tegasnya.

Yohanes juga mengingatkan bahwa partisipasi mahasiswa dan masyarakat sipil merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas kebijakan publik. Karena itu, ia berharap pemerintah tidak defensif terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan penyempurnaan.

“Demokrasi yang sehat justru ditandai oleh pemerintah yang mau mendengar. Kritik BEM UGM ini momentum reflektif agar tata kelola MBG semakin baik, adaptif, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” sambungnya.

Baca Juga:  Ibadah Jumat Agung Gereja se - Jadetabek Bertema " Anggur Manis Doa Untuk Rajaku, Doa Untuk Bangsa" di PRJ JI-EXPO Kemayoran

Terkait dengan adanya tanggapan Istana terhadap kritikan tersebut harus disampaikan dengan penuh etika, Yohanes menegaskan bahwa jangan melihat sisi moralnya tapi lihat subtansi yang disampaikan karena itu kritik terhadap kebijakannya.

“Itu bukan menyerang pribadi Bapak Presiden sehingga dikaitkan ke etika dan moralitas. Yang dikritik oleh BEM UGM itu kan kebijakan pemerintahnya, jadi substansinya disitu,” pintahnya sambil ketawa.

Ia menekankan agar orang disekeliling Presiden Prabowo harus selektif dalam menyikapi kritikan.

“Mereka (orang sekeliling Presiden Prabowo) harus bijak menyikapi setiap kritikan. Bedakan kritik terhadap personal dan kritik terhadap kebijakan akibat dari jabatan yang diemban oleh seseorang” tutupnya.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain