Kota Batu| Teropongrakyat.co – Musim kemarau mulai membawa fenomena khas di Kota Batu. Dalam beberapa hari terakhir, warga merasakan suhu udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi yang dikenal masyarakat Jawa dengan istilah mbediding ini dipastikan merupakan fenomena alam yang normal dan terjadi setiap tahun, bukan cuaca ekstrem.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan bahwa mbediding merupakan siklus tahunan yang umumnya berlangsung pada Juni hingga September. Bahkan, suhu udara diperkirakan akan terasa semakin dingin pada akhir Juli hingga Agustus yang merupakan puncak musim kemarau.
“Di bulan Juli, Agustus, hingga September memang hal yang wajar terjadi. Memang siklus tahunannya seperti ini karena posisinya kita berada di musim kemarau. Nanti di akhir Juli sampai Agustus merupakan puncak musim kemarau sehingga akan terasa lebih dingin,” ujar Linda.
Secara ilmiah, fenomena mbediding terjadi karena pada musim kemarau kelembapan udara menurun dan tutupan awan berkurang. Kondisi tersebut membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara menjadi lebih rendah, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Kota Batu.
Akibatnya, masyarakat akan merasakan udara yang sangat dingin pada malam hingga pagi hari, sementara pada siang hari suhu justru bisa terasa cukup panas. Perbedaan suhu yang cukup kontras antara siang dan malam, ditambah minimnya curah hujan, menjadi ciri khas fenomena mbediding.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kelompok yang paling rentan terhadap udara dingin, seperti bayi, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, diharapkan mendapat perhatian lebih agar tidak mengalami gangguan kesehatan.
Selain berdampak pada kesehatan, suhu dingin juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan peternakan. Suhu rendah dapat memicu munculnya embun es (frost) yang berisiko merusak tanaman, sementara ternak dapat mengalami stres apabila kandang tidak terlindungi dengan baik dari udara dingin dan angin malam.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam maupun pagi hari, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup, melindungi tanaman menggunakan naungan atau plastik mulsa, serta memastikan kandang ternak tetap hangat.
Pemkot Batu juga mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG melalui kanal resmi, sehingga dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau berlangsung.



























































