Gambar: Joe Sigar
JAKARTA – TEROPONGRAKYAT.CO – Sabtu, 11 Juli 2926 – Nama Ulfa Bone dikenal luas sebagai penyanyi dangdut yang selalu menghadirkan semangat dan keceriaan di setiap penampilannya. Namun di balik panggung, ia juga sosok yang peka terhadap suara masyarakat, khususnya peran perempuan dan ibu rumah tangga di tengah gerakan pembangunan.
Dalam sebuah kesempatan, Ulfa Bone menyampaikan harapan yang mendalam dan tegas kepada pemerintah: jangan pernah remehkan kekuatan relawan emak-emak dan kaum muda. Menurutnya, mereka bukan sekadar hadir di barisan dukungan, melainkan kekuatan nyata yang berada paling dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap pemerintah memberikan ruang yang lebih luas, akses yang setara, dan kepercayaan penuh bagi relawan emak-emak serta generasi muda untuk benar-benar terlibat, dilibatkan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam seluruh proses pembangunan bangsa,” ujar Ulfa dengan penuh semangat.

Ia menegaskan, emak-emak tahu persis di mana letak kesulitan rakyat: mulai dari harga kebutuhan pokok, akses pendidikan anak, hingga pelayanan kesehatan yang dirasakan langsung di desa maupun perkotaan. Sementara kaum muda membawa ide segar, energi tak terbatas, dan keberanian untuk berinovasi.
“Jika mereka diberi ruang untuk berkarya, bergerak, dan menyuarakan gagasan tanpa sekat, dampaknya akan luar biasa besar bagi kemajuan Indonesia. Jangan biarkan mereka hanya menjadi penonton atau sekadar pengikut. Mari kita jadikan mereka pelaku utama perubahan,” tambahnya.

Harapan ini disampaikan bukan tanpa alasan: pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kelompok ini seringkali menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif, menggerakkan gotong royong, hingga membantu pemerintah menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Oleh karena itu, Ulfa Bone mengajak seluruh elemen bangsa: mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga tokoh masyarakat, untuk segera membuka pintu selebar-lebarnya. Kekuatan besar ada di tangan ibu-ibu dan pemuda, tinggal diberi ruang agar mereka bisa berbuat lebih banyak untuk negeri.
Reporter: Johan Sopaheluwakan



























































