Antara Harapan dan Kekecewaan terhadap Kebijakan Pemerintah

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: dok-ilustrasi

Oleh : Rocky A. Karim / teropongrakyat.co

Teroponkrakyat.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto sejatinya lahir dengan tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, berbagai persoalan yang muncul di lapangan menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran publik.

Masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas program tersebut ketika muncul dugaan penyimpangan, ketidaktransparanan pengelolaan anggaran, hingga kekhawatiran adanya pihak-pihak yang memanfaatkan program demi kepentingan pribadi. Apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat, program yang semula bertujuan mulia berpotensi kehilangan kepercayaan publik.

Baca Juga:  Kesamaan 17+8 Tuntutan Rakyat dengan Visi Jokowi, Benang Merah tapi Beda Arah

Di sisi lain, kenaikan harga BBM juga menjadi perhatian masyarakat. Meskipun tidak semua jenis BBM mengalami kenaikan, masyarakat masih menghadapi persoalan klasik berupa distribusi yang kerap dikeluhkan. Tidak sedikit warga yang mengaku kesulitan mendapatkan BBM dengan alasan stok masih dalam perjalanan atau sedang kosong. Kondisi seperti ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pengawasan distribusi energi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menilai pemerintah dari besarnya program yang diumumkan, tetapi juga dari hasil nyata yang dirasakan. Program sosial yang baik harus disertai pengawasan yang kuat, transparansi anggaran, serta pelayanan publik yang berjalan tanpa hambatan. Sebab keberhasilan kepemimpinan bukan hanya diukur dari banyaknya janji dan program, melainkan dari kemampuan menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan rasa percaya bagi rakyatnya.

Baca Juga:  Kabinet Prabowo: Analisis Politik dan Tantangan Para Menteri Baru

Kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai bentuk perlawanan. Dalam negara demokrasi, kritik adalah bagian penting untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan dan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Berita Terkait

Solusi Awal Pembatalan SHM Ganda di Atas Tanah yang Sama
Sajikan Masa Depan Gemilang Hari Ini
Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta
NEGERIKU TERGULUNG
Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan
Ujian Kepastian Hukum dan Reforma Agraria
Ucapan Selamat dari LBH No Viral No Justice DKI Jakarta atas Pelantikan Pengurus DPW IPJI Provinsi Kepulauan Riau Periode 2026–2030
Zoon Politicon di Tengah Panggung Informasi: Menyalurkan Aspirasi Hak Politik Jurnalis Tanpa Melanggar Kode Etik Jurnalistik

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:11 WIB

Solusi Awal Pembatalan SHM Ganda di Atas Tanah yang Sama

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Sajikan Masa Depan Gemilang Hari Ini

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:24 WIB

NEGERIKU TERGULUNG

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:56 WIB

Ketika Kode Etik Jurnalistik Mulai Ditinggalkan

Berita Terbaru