Produk Cungko Bombardir Pasar Otomotif Tanah Air

- Jurnalis

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropongrakyat.co || Jakarta. Dewasa ini pertumbuhan indutri otomotif tanah air saban harinya kian menunjukan gairahnya. Hal ini bisa dilihat dari maraknya brand mobil asal Tiongkok berseliweran di jalanan ibukota. Wuling menancapkan benderanya beberapa tahun lalu, belakangan mulai masuk brand asal tirai bambu lain, misalnya Chery, Neta, BYD dan terbaru Zeekr. Mendominasi segmen kendaraan listrik. Bukan hanya mengimpor kendaraan dalam bentuk completely built up (CBU), melainkan juga mobil rakitan lokal atau Completely knock down (CKD).

Dengan tingginya penjulan menuntut industri otomotif, khususnya spare part untuk bisa bersaing di pasar. Hal tersebut menuntut para importir mendatangkan produk negeri panda tersebut. Menurut sumber yang juga sebagai pemilik toko penjual onderdil mobil di bilangan Bekasi. “Produk cungko lebih dominan di minati. Lantara harga yang ditawarakan cukup bersaing dan relatif murah,” jelasnya kepada teropongrakyat.co (11/6/2024).

Baca Juga:  Sertifikasi IMDG Code: Standar Wajib dalam Pengangkutan Barang Berbahaya di Laut

Persaingan pasar otomotif spare part tanah air pun cukup menunjukan geliat-nya pada tahun 2024 ini. Mengacu pada regulasi modifikasi kendaraan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 45 Tahun 2023. Para modifikator lokal bisa berkreasi pada kendaraannya namun tetap memperhatikan beberapa ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Hal tersebut kerap di manfaatkan bagi pengusaha bandel untuk meraup keuntungan berlipat. Alih alih menawarkan produk berkualitas, tak jarang di temui produk onderdil yang ternyata aspal alias asli tapi palsu. Belum lama ini Polda Banten pun membongkar jaringan industri rumahan pembuat oli palsu di Kabupaten Tanggerang.

Baca Juga:  Jepara Membara! Pelayanan Desa Rajekwesi Disorot, Dugaan Maladministrasi Seret Kepala Desa ke Ombudsman

“Kita tidak bisa bangun mesin, tidak bisa bangun gearbox, tidak bisa bangun gardan. Dengan masuknya era kendaraan listrik sekarang, peluang kita jauh lebih besar,” kata Rifat Sungkar dalam sesi talkshow di IIMS 2024, dikutip dari situs berita Antara pada hari ini, Minggu, 25 Februari 2024. (jo)

Berita Terkait

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu
Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia
Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG
Memo Dr. Rahman Sabon Nama: Dorong Republik Semi-Kerajaan dan Kembali ke UUD 1945 Asli
Tangis Bocah 7 Tahun: PT NPR Diduga Gelembungkan Lahan, 68 Hektare Diklaim 140 Hektare
Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:18 WIB

Vendor Pertanyakan Nasib Tagihan Rp1,6 Miliar Setelah Bertahun-tahun Menunggu

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:12 WIB

Siang Bolong Nongkrong Diduga Bawa Sajam, Remaja di Utan Panjang Bikin Warga Khawatir

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:50 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:42 WIB

Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:44 WIB

Memo Dr. Rahman Sabon Nama: Dorong Republik Semi-Kerajaan dan Kembali ke UUD 1945 Asli

Berita Terbaru