Garasi Truk Kontainer Menjamur di Jalan Sempit Marunda, Warga: Ini Negara atau Wilayah Bebas Hukum?

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA UTARA, TeropongRakyat.co – Pemandangan ironis terjadi di Jalan Marunda Baru, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Di tengah kawasan padat penduduk dengan akses jalan sempit, justru berdiri berjejer garasi-garasi truk kontainer berukuran besar yang secara kasat mata jelas tidak sesuai dengan peruntukan wilayah. Rabu,(03/12/2025).

Jalan yang seharusnya menjadi akses utama warga marunda baru untuk beraktivitas, kini berubah fungsi seperti area truk kontainer. Lebar jalan yang secara ideal hanya mampu dilalui satu kendaraan besar, dipaksakan menampung aktivitas keluar-masuk truk kontainer setiap harinya. Situasi ini bukan hanya mengganggu mobilitas, tapi juga mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak dan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:  TPS Ilegal Di Tarumajaya, Warga Setia Asih Desak Pemkab Bekasi Bertindak

Warga mempertanyakan, siapa sebenarnya yang membekingi garasi-garasi ini? Mengapa aktivitas yang terang-terangan melanggar tata ruang tersebut seolah kebal terhadap hukum dan tak tersentuh oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota?

Lebih memprihatinkan lagi, di sepanjang jalur Jalan Sungai Tiram hingga kawasan Pasmar, sudah tidak sedikit warga yang menjadi korban keganasan kendaraan berat. Kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi, namun nyaris tak ada tindakan tegas yang dapat menghentikan keberadaan garasi truk kontainer yang diduga ilegal tersebut.

Baca Juga:  Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal di Kabupaten Malang

Publik menanti sikap nyata dari Pemerintah Kota Jakarta Utara. Jika Wali Kota tidak mampu menertibkan, sudah sewajarnya Gubernur DKI Jakarta turun tangan langsung. Pembiaran ini bukan lagi soal kelalaian, melainkan bentuk pengingkaran terhadap keselamatan dan hak hidup warga.

Jika dibiarkan lebih lama, praktik ini bukan hanya mencerminkan lemahnya penegakan aturan, tetapi juga menjadi simbol kekalahan negara di tengah wilayahnya sendiri.

Berita Terkait

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu
Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani
Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”
Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola
Poros 98 : Bubarkan Badan Gizi Nasional atau Presiden Prabowo Mundur
AROGAN DAN KEJAM! Oknum Jaksa Berinisial DWLS Diduga Aniaya ART Asal Lampung di Sekolah PENABUR
Diduga Ada Pungutan SPP dan Uang Pembangunan, Kepala MAN 5 Bogor Belum Berikan Klarifikasi
Realisasi Utang Negara Hingga Mei 2026 Terukur dan Sesuai Kebutuhan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bau Amonia dan Metan Limbah Kotoran Sapi Dikeluhkan Warga Desa Tlekung Kota Batu, Kharisma: Ibu Saya Sakit jadi Terganggu

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:37 WIB

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Senin, 8 Juni 2026 - 19:50 WIB

Ahli Tergugat Dinilai Blunder di Persidangan, Akui AJB yang Ditandatangani Orang Meninggal “Batal Demi Hukum”

Senin, 8 Juni 2026 - 10:21 WIB

Tragedi Curug Ciparay: Wisatawan Ditemukan Tewas Setelah Diperingatkan Pengelola

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:06 WIB

Poros 98 : Bubarkan Badan Gizi Nasional atau Presiden Prabowo Mundur

Berita Terbaru

Breaking News

Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:37 WIB