Pertamax Naik Rp4.000, Masyarakat Terbebani

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 10 Juni 2026 | teropongrakyat.co – Mulai hari ini, Rabu 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga dua jenis bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Kenaikan yang terbilang tajam ini langsung terasa memukul kantong masyarakat, khususnya warga yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, berurus keluarga, maupun menempuh pendidikan.

Berikut rincian harga terbaru yang berlaku di semua titik penyaluran resmi Pertamina:

– Solar Subsidi: Rp6.800/liter – tetap tidak berubah
– Pertalite: Rp10.000/liter – tetap tidak berubah
– Pertamax (RON 92): Rp16.250/liter – naik drastis      dari harga sebelumnya Rp12.300/liter
– Pertamax Green 95: Rp17.000/liter – naik dari          harga sebelumnya Rp12.900/liter
– Pertamax Turbo: Rp20.750/liter – tetap tidak            berubah

Kenaikan harga ini langsung menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga Bogor. Berikut tanggapan yang disampaikan sejumlah warga saat ditemui di sekitar kawasan SPBU:

Baca Juga:  Bakti Sosial Ramadhan, Kapolres Metro Jakarta Pusat Bagikan 500 Paket Sembako

Siti Aminah (38 tahun), ibu rumah tangga.
“Kaget luar biasa begitu lihat harga barunya. Selisihnya besar banget dibandingkan harga kemarin. Selama ini uang isi bensin cukup untuk antar anak sekolah dan belanja kebutuhan harian, sekarang sebagian uang belanjaan harus terpotong untuk bayar selisih harga bensin. Kami hanya berharap kenaikan ini tidak memicu kenaikan harga beras, sayur, dan kebutuhan pokok lain, karena kalau ikut naik rasanya makin sulit bertahan.”

Budi Santoso (45 tahun), pengemudi taksi daring
“Pertamax itu bahan bakar andalan saya, lebih awet dan cocok untuk kendaraan kerja. Sekarang biaya operasional langsung naik hampir Rp4.000 tiap liternya, padahal tarif penumpang tidak otomatis ikut naik secepat ini. Mau tidak mau saya harus mencari rute yang lebih menguntungkan, bekerja lebih lama, dan pulang lebih malam supaya pendapatan tidak turun drastis.”

Dimas Pratama (26 tahun), mahasiswa pengguna kendaraan bermotor, “Mesin motor saya memang disarankan pabriknya pakai Pertamax agar awet dan tenaganya baik. Tapi harga sekarang sudah jauh di luar kemampuan uang saku saya setiap bulan. Terpaksa saya ganti ke Pertalite, meski khawatir lama‑kelamaan mesin jadi cepat rusak. Ini pilihan berat buat kami yang penghasilannya pas‑pasan.”

Baca Juga:  Percaya Diri dengan Fundamental Positif, Bank Raya Buyback Saham Rp20 Miliar untuk Dorong Kinerja dan Kepemilikan Pekerja

Pihak Pertamina dalam keterangan resminya menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM ini dilakukan mengikuti pergerakan harga minyak di pasar dunia serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut penjelasan tersebut, langkah ini perlu diambil untuk menjaga keberlangsungan pasokan dan ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi masyarakat, penjelasan tersebut belum tentu mengurangi beban nyata yang harus ditanggung. Banyak warga khawatir kenaikan biaya transportasi akibat harga BBM yang melonjak perlahan‑lahan akan terasa hingga ke harga barang dagangan di pasar, yang akhirnya makin membebani kehidupan sehari‑hari seluruh lapisan masyarakat

Donie

Berita Terkait

Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Diikuti Ribuan Pemimpin Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara
JIC Belum Direvitalisasi Pasca Kebakaran 2022, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov DKI Jakarta
Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas
Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan
Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh
Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman
Dekot Jakarta Utara Turun Tangan, Pelebaran Jalan Marunda Pulo Diwarnai Polemik dan Sejumlah Kejanggalan
“Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala Dari IKN Kaltim sampai ke Bangsa Bangsa”

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:13 WIB

Konferensi Doa – Seminar Hari Doa Nasional 2026 Sukses Diikuti Ribuan Pemimpin Tokoh Kristen dari Seluruh Indonesia dan Mancanegara

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:29 WIB

Satpol PP Kecamatan Cilincing Amankan 72 Botol Miras di Semper Barat, Ketua RW Apresiasi Gerak Cepat Petugas

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:12 WIB

Rumah Anyaman Bambu di Kepanjen Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kompor Gas yang Lupa Dimatikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:40 WIB

Suara dari Panggung dan Dapur, Ulfa Bone Tegaskan: Relawan Emak-emak Bukan Sekedar Penyokong, Mereka Bawa Perubahan yang harus Dapat Ruang Penuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Pertanyakan Proyek Pintu Air Marunda Senilai Rp6 Miliar, Rob Masih Rendam Permukiman

Berita Terbaru