Pengambilan BLTS Kesra di Kantor Pos Koja Padat, Warga Mengeluh Mengantre Berjam-jam

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeropongRakyat.co – Kepadatan warga penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Rakyat (BLTS Kesra) terjadi di Kantor Pos Indonesia, Jalan Kramat Jaya Raya, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis (27 November 2025). Sejak pagi hari, antrean panjang sudah terlihat mengular hingga ke area luar kantor pos, membuat situasi menjadi sesak dan tidak kondusif.

Warga yang datang untuk mengambil bantuan mengaku proses berjalan lambat. Banyak di antara mereka yang harus berdiri berjam-jam di tengah kerumunan, tanpa kejelasan antrean dan minimnya petugas yang mengatur alur penyaluran bantuan. Beberapa warga bahkan membawa anak kecil dan lansia yang terlihat kelelahan akibat menunggu terlalu lama.

Baca Juga:  Jelang HUT RI ke-80, Capaian Demokrasi Politik Tak Berkorelasi dengan Ekonomi

Adapun persyaratan resmi pengambilan BLTS Kesra Tahun 2025 yang harus diperhatikan oleh para penerima adalah sebagai berikut:

1. Wajib menunjukkan KTP-el dan/atau Kartu Keluarga asli saat pengambilan bantuan.

2. Dana BLTS Kesra tidak diperkenankan digunakan untuk membeli rokok, minuman keras, maupun narkotika.

3. Dana disalurkan tanpa potongan apa pun dari pihak mana pun. Jika ditemukan pemotongan oleh oknum petugas, warga dapat melapor melalui WA PT Pos Indonesia di 0812-2333-0332 atau Command Center Kemensos RI di 171, dengan melampirkan bukti.

Baca Juga:  Kasau Tinjau Wargaming Latihan Angkasa Yudha 2024 Kogasudgab Bravo

Sejumlah warga menyampaikan keluhan atas ketidakefisienan sistem yang diterapkan. Penumpukan massa yang tidak terurai dengan baik dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan, apalagi bagi warga rentan.

“Harusnya pemerintah sudah punya mekanisme yang lebih cepat dan teratur. Ini  masalahnya sama: antre panjang, panas, dorong-dorongan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih efektif, seperti penjadwalan per wilayah, penambahan loket pelayanan, atau sistem antrean digital agar proses pengambilan BLTS Kesra tidak kembali menimbulkan kekisruhan yang merugikan masyarakat.

Berita Terkait

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang
Yusuf Hamka Menang Gugatan, Hary Tanoesoedibjo Wajib Bayar Ganti Rugi USD 28 Juta dan Rp50 Miliar
Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur, Minta Yoyok Kusnodo Lanjutkan Kepemimpinan
Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur
Ahli Waris Tolak Dugaan Pemaksaan Perubahan Nama oleh Dukcapil Jepara, Lapor Ombudsman
Sistem MyPertamina Bermasalah, Klub Logindo Protes: Truk Mogok Beli Solar, Call Center sulit Dihubungi
BPI KPNPA RI Apresiasi Satgas Tricakti, Desak Usut Asal-usul Zirkon PT PMM
Baru Bergerak Setelah Disorot, Parkir Liar di Danau Sunter Barat Ditertibkan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:14 WIB

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang

Kamis, 23 April 2026 - 22:33 WIB

Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur, Minta Yoyok Kusnodo Lanjutkan Kepemimpinan

Kamis, 23 April 2026 - 21:57 WIB

Warga Berbondong-bondong Datangi Rumah Kepala Desa Cibuyur

Kamis, 23 April 2026 - 09:09 WIB

Ahli Waris Tolak Dugaan Pemaksaan Perubahan Nama oleh Dukcapil Jepara, Lapor Ombudsman

Rabu, 22 April 2026 - 20:33 WIB

Sistem MyPertamina Bermasalah, Klub Logindo Protes: Truk Mogok Beli Solar, Call Center sulit Dihubungi

Berita Terbaru

Breaking News

Korban Penipuan Tanah di Bogor Kecewa, Laporan Tak Kunjung Berkembang

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:14 WIB