Dandy Capryanto Hermawan, S.H., M.H. : “Tawuran Merusak Masa Depan, Hukum Telah Siapkan Konsekuensi Jelas”

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Selatan – Teropongrakyat.co – Sabtu (14/03/2026) – Dalam penyuluhan anti tawuran dan kenakalan remaja di Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, narasumber Dandy Capryanto Hermawan, S.H., M.H., Ketua DPW Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Provinsi DKI Jakarta, menguraikan secara mendalam tentang berbagai aspek yang menyertai masalah tawuran, mulai dari faktor penyebab hingga konsekuensi hukum yang harus dihadapi pelaku.

Dandy Capryanto Hermawan, S.H., M.H. : "Tawuran Merusak Masa Depan, Hukum Telah Siapkan Konsekuensi Jelas" - Teropong Rakyat

Acara yang dihadiri oleh Lurah Kebagusan Rudi Budiyanto, S.E., perwakilan dari Kodim, Polsek, Satpol PP, LMK, FKDM, serta perwakilan Karang Taruna dari setiap RW ini diadakan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2026 yang bertujuan menciptakan kondisi kondusif jelang Ramadhan 1447 H.

Dandy menjelaskan bahwa tawuran dan kenakalan remaja merupakan masalah sosial yang kompleks yang melibatkan faktor sosial, psikologi, ekonomi, dan hukum. “Remaja yang terlibat biasanya berusia antara 12 hingga di bawah 20 tahun, yang masih dalam fase mencari jati diri dan pengakuan kelompok. Emosi yang belum stabil membuat mereka mudah terpengaruh dan terprovokasi, bahkan hingga melakukan tindakan agresif untuk menjaga kehormatan kelompok,” urainya.

Baca Juga:  Kejari Batu Musnahkan Ribuan Barang Bukti Narkotika dan Rokok Ilegal di TPA Tlekung

Dandy Capryanto Hermawan, S.H., M.H. : "Tawuran Merusak Masa Depan, Hukum Telah Siapkan Konsekuensi Jelas" - Teropong Rakyat

Ia juga mengingatkan tentang peran media sosial yang dapat menjadi dua sisi mata uang – sebagai sarana provokasi maupun sebagai alat untuk edukasi dan pembinaan jika digunakan dengan baik. “Kita mengajak orang tua dan masyarakat untuk lebih memahami kondisi remaja agar dapat memberikan bimbingan yang tepat, sehingga mereka tidak terjebak dalam lingkaran masalah,” ujarnya.

Dalam bagian hukum, Dandy menguraikan ketentuan yang ada dalam KUHP baru. “Pasal 262 KUHP menetapkan bahwa pelaku pengeroyokan dapat dipidana dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun. Jika mengakibatkan luka berat, ancaman hukuman mencapai 9 tahun, dan jika mengakibatkan kematian, dapat mencapai 12 tahun,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa bagi pelaku di bawah umur 18 tahun akan melalui sistem peradilan pidana anak dengan kemungkinan penyelesaian di luar pengadilan.

Baca Juga:  Satgas Yonif 330 Tri Dharma Kostrad Dalam Rangka Ngabuburit Bagikan Baju Layak Pakai Untuk Warga Intan Jaya

Dandy Capryanto Hermawan, S.H., M.H. : "Tawuran Merusak Masa Depan, Hukum Telah Siapkan Konsekuensi Jelas" - Teropong Rakyat

“Dampak tawuran tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi juga pada korban dan keluarga mereka. Korban bisa mengalami cedera fisik dan trauma psikologis, bahkan kehilangan nyawa. Sementara pelaku akan merugi masa depannya karena catatan kriminal dan masa muda yang terbuang di penjara,” tegasnya.

Dandy juga menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam pencegahan kenakalan remaja, dengan menyerukan seluruh pihak termasuk komite sekolah untuk berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak. Sesi tanya jawab yang interaktif dengan anggota Karang Taruna menunjukkan antusiasme generasi muda dalam memahami upaya pencegahan tawuran.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan buka puasa bersama, dengan harapan penyuluhan ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan kejadian tawuran di Kelurahan Kebagusan dan sekitarnya. (Red/JS)

Berita Terkait

Gelombang Aksi Mahasiswa Dinilai Cerminkan Kegelisahan Publik, Yohanes Oci: Jangan Bungkam Kritik
Dishub Jakarta Utara Tindak Lanjuti Temuan Parkir Liar di Samping Mall of Indonesia, Penataan Segera Dilakukan
Kombes Pol Pandra Arsyad Raih Apresiasi BPI KPNPA RI sebagai Pejabat Publik Humanis
Ketua ESI Kota Pasuruan Hadir Berikan Support Pada Generasi Muda Peserta Lomba E-Sport Di Polres Pasuruan Kota
Menuju 5 Abad Kota Jakarta,Hidupkan Kembali Pasar Seni Sebagai pusat Rumah Kreativitas yang Inklusif
Dosen FEB Raih Juara 3 Melodost, Semarakkan Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur
Rumah Sunat Harapan Mulya Laksanakan Khitan Muhammad Ali
Sejumlah Titik Diduga Jual Obat Keras Kembali Beroperasi, Keseriusan Aparat Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:59 WIB

Gelombang Aksi Mahasiswa Dinilai Cerminkan Kegelisahan Publik, Yohanes Oci: Jangan Bungkam Kritik

Senin, 22 Juni 2026 - 13:38 WIB

Dishub Jakarta Utara Tindak Lanjuti Temuan Parkir Liar di Samping Mall of Indonesia, Penataan Segera Dilakukan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:30 WIB

Kombes Pol Pandra Arsyad Raih Apresiasi BPI KPNPA RI sebagai Pejabat Publik Humanis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:08 WIB

Ketua ESI Kota Pasuruan Hadir Berikan Support Pada Generasi Muda Peserta Lomba E-Sport Di Polres Pasuruan Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:01 WIB

Menuju 5 Abad Kota Jakarta,Hidupkan Kembali Pasar Seni Sebagai pusat Rumah Kreativitas yang Inklusif

Berita Terbaru